Catatan dari Roadshow Kegemaran Membaca

Catatan dari Roadshow Kegemaran Membaca

Oleh: Heri Rusmana (Pustakawan Madya DPK Provinsi Sulawesi Selatan)

Selama 3 bulan terakhir ini (September-November 2021), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan, melalui UPT Layanan Perpustakaan, disibukkan dengan kegiatan Roadshow Kegemaran Membaca (RKM). Kegiatan ini dirangkaikan juga dengan program “Gempur Pustaka” di beberapa kabupaten dan kota, seperti Maros, Pangkep, Parepare, Bantaeng, Bulukumba, Palopo, dan kabupaten lainnya.

Sangat Diperlukan

Kegiatan RKM ini sebenarnya bukan kegiatan yang pertama kali diadakan oleh DPK Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, kali ini, intensitasnya lebih banyak dan masif dibandingkan dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya hanya dilakukan satu tahun sekali. Kegiatan RKM kali ini, banyak melibatkan atau berkolaborasi dengan perpustakaan kabupaten dan kota, birokrat, pustakawan, penggiat literasi, penulis, budayawan, sastrawan, dan seniman.

Pembudayaan kegemaran membaca, apalagi bila dilakukan sejak dini, memang sangat diperlukan. Mengingat generasi yang lahir di atas tahun 2000, sudah mengenal teknologi sejak lahir. Bahkan anak-anak yang baru berumur 1 tahun oleh orang tuanya sudah diberikan sarana hiburan melalui telepon pintar. Makanya. generasi yang lahir di era digital ini lebih akrab dengan media sosial dibandingkan dengan buku.

Sebagaimana nama programnya, kegiatan RKM dilakukan guna mendorong kegemaran membaca yang begitu penting dan strategis. Bagaimana tidak. Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada tahun 2030-2045. Pada kurun waktu tersebut, usia produktif bangsa Indonesia diperkirakan akan mencapai 70%.  Karena itulah kegiatan RKM memang perlu diintensifkan penyelenggaraannya pada berbagai jenjang dan kelompok sasaran.

Bisa Sia-sia

Namun, upaya RKM akan sia-sia jika kita melihat kondisi nyata di lapangan terkait penyelenggaraan layanan perpustakaan yang ada di kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Berdasarkan amatan penulis, baik perpustakaan umum maupun perpustakaan sekolah masih terbilang memprihatinkan. Misalnya, terkait koleksi untuk perpustakaan sekolah. buku-bukunya masih sangat terbatas, lebih dominan buku-buku pelajaran sekolah dibanding buku penunjang kegiatan belajar siswa.

Begitu pula dengan sarana dan prasarananya. Ruang perpustakaannya relatif sempit. Sehingga, tidak bisa menampung lebih banyak rak buku, meja, dan kursi untuk mendukung siswa membaca dan belajar di perpustakaan. Di samping itu, tenaga  perpustakaannya juga belum optimal. Adakalanya, pengelola perpustakaan adalah guru yang terpaksa merangkap sebagai ‘pustakawan’ hanya lantaran kurang jam mengajarnya. Kondisi perpustakaan seperti yang digambarkan itu, tentu tidak akan mendukung upaya mendorong kegemaran membaca.

Masukan bagi Penyelenggara

Ke depan, sebagai catatan penulis yang pernah terlibat sebagai moderator maupun pembicara dalam kegiatan RKM, ada beberapa masukan yang perlu diperhatikan oleh  penyelenggara.

Pertama, peserta yang hadir dalam kegiatan sebaiknya adalah mereka yang memang memiliki dedikasi dan kepedulian terhadap budaya kegemaran membaca di lingkungannya. Sebagai contoh, penggiat literasi yang ikut dalam kegiatan di Kabupaten Bantaeng begitu semangat terlibat saat sesi tanya jawab dan diskusi. Mereka sangat mendukung kegiatan RKM dan berharap event serupa akan berlanjut. Namun, mereka minta agar bentuk kegiatannya tak hanya sekadar tatap muka saja. Disarankan, ada program tindak lanjut, berupa pembentukan kelompok kerja (pokja) yang akan mengawal upaya menumbuhkan kegemaran membaca di wilayah binaannya.

Kedua, peserta RKM yang telah mengikuti RKM 2021 dan memiliki potensi, perhatian, dan komunitas, sebaiknya diundang kembali. Tapi dalam kegiatan yang formatnya atau teknik pelaksanaannya berbeda dengan mereka yang baru mengikuti sosialisasi RKM. Untuk mereka yang pernah ikut serta, sebaiknya diarahkan untuk membentuk pokja dengan program-program yang lebih terarah dan terukur. Masing-masing pokja perlu punya target dan sasaran yang akan dicapai, supaya mudah dievaluasi pelaksanaannya.

Ketiga, pokja yang mampu memberikan bukti nyata atau memiliki kontribusi dalam meningkatkan budaya kegemaran membaca di lingkungannya diberikan penghargaan oleh DPK Provinsi Sulawesi Selatan. Sama halnya, ketika Kepala DPK Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja, beliau selalu memberikan sesuatu yang dapat memotivasi mereka untuk terus bergerak dalam upaya menumbuhkan kegemaran membaca di wilayahnya. Cuma, kalau ada tim yang dibentuk untuk memberikan penganugerahan maka tentu akan jauh lebih baik.

Keempat, perlu diadakan pertemuan secara berkala untuk mendiskusikan dan merumuskan metode dan strategi terkait upaya menumbuhkan kegemaran membaca atau literasi informasi. Forum seperti ini sekaligus dapat dimanfaatkan untuk ajang silaturahmi, saling tukar informasi, dan mengevaluasi capaian gerakan pembudayaan kegemaran membaca agar dapat disusun langkah-langkah baru dengan pendekatan yang lebih partisipatif, kreatif, dan inovatif. []


Pos terkait


banner walikota makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *