Rabu, Juli 24, 2024

Revitalisasi Kawasan Kumuh Lewat Program RISE di Makassar Terus Berjalan

KATADIA MAKASSAR || Pengentasan kawasan kumuh melalui program Revitalising Informal Settlement and their Environment (RISE) di Kota Makassar terus berlanjut. Program ini merupakan kerja sama antara Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT) yang kali ini menyasar Kelurahan Bulorokeng, Kecamatan Biringkanaya.

Program RISE di lokasi tersebut dijadwalkan akan diresmikan pada tanggal 15 Juli mendatang. Untuk mempersiapkan segala sesuatunya, PJ Sekda Makassar, Firman Hamid Pagarra, memimpin rapat finalisasi persiapan peresmian program RISE di Kelurahan Bulorokeng, Kamis (11/07/2024).

Rapat ini dihadiri oleh tim KIAT Australia, OPD terkait, dan pihak Summarecon yang turut menghibahkan tanahnya untuk dipergunakan dalam program ini.

“Kegiatan hari ini adalah rapat pemantapan untuk penyelenggaraan kegiatan peresmian infrastruktur hijau RISE di Kota Makassar. Pada hari ini kita mengundang seluruh stakeholder SKPD yang ada untuk memaksimalkan persiapan,” ucap Firman.

Firman mengungkapkan bahwa pada kegiatan peresmian tersebut, Pemkot Makassar akan kedatangan tamu sekitar 40 peneliti asing dari berbagai negara seperti Amerika, Australia, Inggris, serta negara kepulauan RISE.

Selain itu, Dirjen Cipta Karya, Bappenas, Kementerian PUPR, dan beberapa stakeholder dari Balai Cipta Karya juga akan hadir untuk melihat progres di Kota Makassar.

Peresmian ini menjadi langkah awal untuk melakukan penelitian lanjutan. Firman memaparkan bahwa program RISE di Makassar mencakup lima titik, yaitu Kelurahan Bulorokeng, Kelurahan Barombong, Kelurahan Antang, Kelurahan Tallo, dan Kelurahan Untia. Untia dan Batua sudah di-groundbreaking sebelumnya dan menjadi percontohan.

Beberapa hal yang menjadi fokus intervensi dalam program RISE ini meliputi perbaikan infrastruktur saluran drainase, sanitasi, dan air bersih.

“Intervensi fisik yang akan diresmikan sekarang ini adalah infrastruktur hijau, yaitu sanitasi yang terklaster untuk satu wilayah kelurahan, sehingga masyarakat di kawasan tersebut terfasilitasi dengan baik tanpa perlu terkoneksi dalam instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang ada,” jelas Firman.

Pemerintah Australia memberikan dukungan dana hibah melalui KIAT kepada Monash University yang bekerja sama dengan Pemkot Makassar dan Universitas Hasanuddin untuk menjalankan program RISE. “Sebagai lokasi terpilih, kita berharap program ini bisa meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan,” ungkap Firman.

Diketahui, program RISE hanya dijalankan di dua kota di dunia, yaitu Kota Makassar di Indonesia dan Suva di Fiji. “Makassar yang paling pertama selesai tahun ini. Di Fiji sendiri masih dalam progres,” tandasnya. (*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Sorry Bro