KATADIA MAKASSAR || Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri peringatan Nuzulul Quran yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama keluarga besar Pengadilan Negeri Makassar Kelas IA Khusus, di Kantor Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pengadilan Tinggi Makassar Nirwana, Ketua Pengadilan Negeri Makassar Kelas IA Khusus I Wayan Gede Rumega, Kapolrestabes Makassar Arya Perdana, serta Kapolres Pelabuhan Makassar Rise Sandiyantanti.
Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pengadilan Negeri Makassar atas undangan serta penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum Ramadan, khususnya peringatan Nuzulul Quran, menjadi kesempatan penting untuk memperkuat nilai-nilai moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi ruang mempererat hubungan serta memperkuat sinergi antar lembaga dalam menjaga stabilitas dan penegakan hukum di Kota Makassar.
“Momentum seperti ini sangat baik untuk memperkuat nilai moral sekaligus mempererat sinergi antar lembaga dalam menjaga stabilitas dan penegakan hukum di Kota Makassar,” ujar Munafri.
Pada kesempatan itu, Munafri juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antar unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kota Makassar agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya, sinergi tersebut dapat tumbuh melalui berbagai ruang pertemuan, koordinasi, maupun kegiatan bersama seperti yang dilaksanakan pada momen Ramadan tersebut.
“Kami dari Forkopimda Kota Makassar ingin membuat hubungan ini semakin kompak dengan tugas dan fungsi masing-masing. Kita sudah buktikan melalui beberapa pertemuan dan kegiatan bersama yang saling memberi masukan sehingga jalannya roda pemerintahan di Kota Makassar dapat terkelola dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Munafri menyoroti dinamika Kota Makassar sebagai kota besar dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menghadirkan berbagai persoalan sosial maupun hukum yang perlu diantisipasi secara bersama.
Ia menyebutkan, jumlah penduduk Kota Makassar saat ini mencapai sekitar 1,5 juta jiwa dan dapat meningkat hingga lebih dari 2 juta orang pada siang hari akibat aktivitas masyarakat dari berbagai daerah.
“Artinya potensi konflik sosial maupun konflik hukum cukup besar. Karena itu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” katanya.
Munafri berharap peringatan Nuzulul Quran tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Acara ini memberikan pencerahan bagi kita semua tentang bagaimana menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup serta mengamalkannya dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.