Kamis, Mei 30, 2024

Bupati Bone Bersama Forkompinda Kunjungi Kampung Tangguh, Ini TujuannyaKunjungi Kampung Tangguh

KataDia, Watampone – Program Polri sebagai kado di HUT Bhayangkara ke 74 dengan membentuk Kampung Tangguh atau disebut Wanua Ewako Bone.

Untuk maksud tersebut Bupati Bone Dr. H. A.Fahsar M. Padjalangi, M.Si. didampingi Wakil Bupati Drs. Ambo Dalle MM bersama Jajaran Forkopimda Kabupaten Bone meninjau Lokasi Kampung Tangguh Bone (Wanua Ewako Bone) di Desa Lampoko Kecamatan Barebbo, Minggu, (14/06/2020) sekitar pukul 10.00 Wita.

Dalam kunjungannya ke Desa Lampoko Bupati Bone bersama Jajaran Forkopimda menggunakan sepeda sekaligus Kesiapan Kabupaten Bone menuju New Normal di masa Pandemi termasuk kampung tangguh.

Rombongan juga melakukan panen sayuran sawi yang sudah mencapai umur 30 hari sekaligus penanaman bibit kembali.

Kampung Tangguh ini merupakan salah satu program Polres Bone bekerja sama Pemda Bone dalam menciptakan lingkungan yang mampu bertahan dalam situasi COVID-19, dan lebih khusus lagi agar masyarakat nantinya mempunyai kemampuan dan kemandirian yang tangguh dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayahnya.

Bupati Bone A. Fahsar M. Padjalangi bersama jajaran Forkopimda melakukan gerakan tanam sayur di Desa lampoko sebagai persiapan Kampung Tangguh.

Melalui kampung tangguh dan berharap, bahwa nantinya Desa Lampoko ini lebih sehat serta produktif, sehingga dapat mengatasi permaslahan-permasalahan selama dan setelah Pandemi COVID-19.

“Penamaan istilah yang sebelumnya disebut sebagai Wanua Porena Bone kita sudah sepakati berganti nama menjadi “Wanua Ewako Bone,” kata Bupati Bone.

Dalam kegiatan ini yang perlu sekarang kita persiapkan adalah konsep kampung tangguh, makanya itu masyarakat harus lebih ekstra bekerja apa yang kita inginkan di kampung ini bisa kita wujudkan.

“Pertama yang kita siapkan adalah struktur yang bisa mengatur semua kegiatan demi kelancaran program ini. Kita masih punya waktu sekitar 2 minggu untuk persiapkan momentum ini biar Bone menjadi Rangking I di Sulawesi Selatan” kata Bupati Bone.

 

Kepala Desa Lampoko Usman, S.Pd. mengatakan, berbagai kegiatan di desa kami telah dilakukan, yaitu melaksanakan pembangian masker dan galon air, dan kami berdayakan masyarakat untuk pembuatan masker.

“Kami di Desa Lampoko siap dibina dan masih banyak tantangan apalagi dengan adanya virus Corona ini membuat kami kerja ekstra buat keselamatan bagi warga kami” tutur Kades Lampoko.

Lanjutnya mengatakan, kami punya target mudah-mudahan desa Lampoko ini menjadi contoh buat semuanya. Kami di Lampoko ini bukan cuma Tanaman Sawi yang ada tetapi tanaman padi juga yang banyak.

”Oleh karena itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kadis Pertanian atas bantuannya selama ini,” Ungkapnya

Sementara itu, Kapolres Bone AKBP Try Handoko Wijaya Putra, S.I.K. mengajak masyarakat agar tetap jaga kesehatan apa lagi dengan adanya wabah virus Corona ini. Dalam hal ini pemutusan mata rantai COVID-19 agar tetap jaga jarak dan cuci tangan, serta pakai masker.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap jaga keamanan dan ketentraman di desa walaupun dengan adanya virus Corona ini biar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan aman.

Terkait kegiatan Orientasi Pembentukan Kampung Tangguh Nusantara Berbasis Problem Oriented Policing (POP) ini adalah salah satu metode yang digunakan oleh polisi mengembangkan strategi untuk mencegah dan mengurangi kejahatan serta dampak lainnya.

Pembentukan Kampung Tangguh ini merupakan implementasi dari POP yang diterapkan Kepolisian Republik Indonesia untuk melindungi rakyat dari segala gangguan termasuk dampak pandemi COVID-19.

Try Handoko kembali mengatakan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menjadi contoh bagi kampung kampung lainnya yang ada di Kabupaten Bone dan membangun ketangguhan masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Saya berharap kampung tangguh ini akan berkembang di setiap desa yang ada di Kabupaten Bone ” harapnya.

Alasannya menjadikan Desa Lampoko sebagai Kampung Tangguh karena kesiapan desa ini yang selalu mengedepankan bercocok tanam.

“Kampung ini sudah mandiri, dari ketersediaan pangan dari hasil cocok tanam. Maka dari itu kita jadikan desa ini sebagai Kampung Tangguh Wanua Ewako Bone.

Kampung tangguh ini merupakan upaya dari pada masyarakat itu sendiri dalam upaya untuk memecahkan masalah, khususnya terkait penyebaran Covid-19,” jelas Kapolres

Tujuan kampung tangguh ini, adalah supaya kampung ini tangguh terhadap kesehatan, tangguh terhadap pangan, tangguh terhadap keamanan.

“Jadi selain kampung tangguh ini diperuntukkan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, namun juga bisa diberdayakan sebagai bentuk pengamanan Swakarsa,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh perangkat desa beserta masyarakat yang telah berperan aktif berupaya dalam pembentukan kampung tangguh.

Pewarta : A.Syafri Azis

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles