Minggu, April 21, 2024

Diduga Depresi, Seorang Perempuan Gorok Lehernya Sendiri, Begini Kronologisnya

KataDia, Bone – Peristiwa tragis yang menimpa seorang perempuan ditemukan bersimbah darah di dalam rumahnya, peristiwa tersebut membuat geger warga setempat

Mendapatkan laporan hal tersebut Personil piket Polsek Salomekko Polres Bone mendatangi Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) di Lingk. Timpalaja Kel. Pancaitana Kec. Salomekko Kab. Bone, Jumat ( 26-03.2021 )

Kapolsek Salomekko Polres Bone Iptu Rustam bersama anggotanya piket langsung mendatangi tempat kejadian diduga Bunuh diri dengan tujuan untuk memastikan motif kejadian yang sebenarnya sehingga mengakibatkan seorang perempuan tersebut Meninggal Dunia.

Informasi yang didapatkan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ternyata benar adanya pada hari Jumat tanggal 26-03-2021 sekira pukul 15.30 wita, telah terjadi peristiwa diduga bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri dengan menggunakan benda tajam jenis 1(satu) bilah pisau.

Informasi lainnya diterima Polsek Pada saat kejadian korban hanya sendiri di ruang dapur sedangkan anak perempuannya berada di teras rumahnya sehingga korban ditemukan langsung oleh anak kandungnya an.Nurhariyandani Binti Docing dalam keadaan sedang bersimbah darah

Kemudian anaknya berteriak histeris memanggil orang sekitar sehingga tetangga rumah pada berdatangan.

Selanjutnya korban sempat dilarikan ke puskesmas Salomekko kemudian dirujuk ke RS. Kab. Sinjai namun sekira pukul 17.00 Wita nyawanya tidak tertolong lagi.

Adapun identitas korban bernama Cening Binti Tafe (58 Tahun), Pekerjaan IRT, warga Lingkungan Timpa Laja Kelurahan Pancaitana Kec. Salomekko Kab. Bone .

Sementara pihak keluarga bahwa menerangkan korban tersebut sudah lama memiliki latar belakang penyakit gangguan kejiwaan dan sering kali mencoba untuk bunuh diri dengan cara menabrakkan kepalanya di tiang rumah namun kali ini dengan menggunakan pisau sehingga korban Meninggal dunia.

Kapolsek Salomekko Polres Bone Iptu Rustam saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa korban an. cening Binti Tafe,

Setelah dilakukan oleh tkp, korban benar ada gangguan kejiwaan ( defresi ) sehingga terjadi bunuh diri.

Atas kejadian tersebut keluarga korban menolak untuk dilakukan pemeriksaan medis / autopsi karena korban meninggal dunia murni bunuh diri dikarenakan dengan latar belakang penyakitnya mengalami gangguan jiwa.

 

Laporan Andi Syafri Azis

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles