Senin, Juni 17, 2024

BERITA INVESTIGASI

INVESTIGASI yang dalam kamus lazim ditemukan penulisan in·ves·ti·ga·si /invéstigasi/ n penyelidikan dengan mencatat atau merekam fakta melakukan peninjauan, percobaan, dan sebagainya, dengan tujuan memperoleh jawaban atas pertanyaan (tentang peristiwa, sifat atau khasiat suatu zat, dan sebagainya); penyidikan. Intinya bagaimana media dan wartawannya melakukan pendalaman pada sebuah peristiwa dan mengungkap secara lebih detail penyebab dan aktor yang ada di dalamnya.

Investigasi melekat erat dalam tradisi jurnalistik, menjadi salah satu bagian dari cabang penting kerja kewartawanan, di samping Straight News Report, Depth News Report, Comprehensive News Report, Interpretative Report, Feature Story, dan Opinion News. Wartawan diarahkan untuk sampai pada semua level kerja di atas, sekalipun belum tentu seseorang menyukai semuanya. Sehingga ada saja yang berhenti hanya pada minat juga bakat yang dimilikinya.

Investigasi ada pada semua bentuk kerja wartawan di atas, bahkan untuk penulis opini dibutuhkan kemampuan seseorang untuk mengembangkan bakat investigasi. Tentu pada yang bukan wawancara penelusuran dokumen bisa dilakukan dengan metode lacak data yang juga membutuhkan ketelitian. Tetapi sekali lagi investigasi bukan jenis pemberitaan yang ringan, diperlukan kemampuan analisis dan ketajaman intuisi membaca data dan fakta.

Pada sejumlah media pemberitaan yang berkualitas, investigasi bukan saja melibatkan komponen pendukung di internal Litbang redaksi, melainkan pembiayaan yang serius. Dengannya tidak semua media mau bersusah payah meloloskan rancangan investigasi jika hal itu dipandang tidak penting bagi misi redaksi, hal ini berkait lagi dengan agenda setting media.

Mengapa investigasi penting? Karena bobot mengungkap sebuah peristiwa hanya bisa didapati pada berita jenis itu.Kebanyakan berita hanya mengungkap hal dipermukaan, setelah itu selesai, penelusuran panjang untuk mengungkap sebab akibat seringkali terabaikan. Pada wartawan yang punya ‘pikiran’ investigasi selalu menjadi tujuan, di samping menunjukkan kualitas juga membuat sebuah media patut diperhitungkan. Sayangnya tidak semua bilik redaksi memiliki kekuatan dan kemauan untuk sampai pada keputusan menjalankan investigasi.

Saya menemukan pola investigasi yang murah dan sangat ringan untuk dikerjakan. Dengan syarat seorang jurnalis harus punya keseriusan menganalisis rangkain fakta dan data secara konsisten. Era digital saat ini membuat investigasi sebagai sesuatu yang tidak rumit dan tidak mahal, yang susah adalah tidak adanya kemauan dan keseriusan baik wartawan maupun media yang menaunginya.

Skandal Watergate (1972-1974) atau disebut langsung “Watergate” adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan serangkaian skandal politik di Amerika Serikat yang mengakibatkan pengunduran diri Presiden Richard Nixon dan mengakibatkan krisis konstitusi yang menghebohkan pada tahun 1970-an.

Hal itu dipicu kerja dua orang reporter, Bob Woodward dan Carl Bernstein, reporter yang bekerja dalam membongkar skandal watergate. Bill Kovach dan Tom Rosentiel, mengabadikan kerja keduanya dalam buku “Sembilan Elemen Jurnalisme” sebagai pola ketekunan investigasi, sehingga kasus korupsi anggaran dalam Gedung Putih diketahui publik AS.

 

Zulkarnain Hamson

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles