Senin, April 22, 2024

Bunda PAUD Kota Makassar Tutup Pelatihan Metode Gasing untuk Guru dan Siswa

KATADIA,MAKASSAR || Bunda PAUD Kota Makassar Indira Yusuf Ismail secara resmi menutup kegiatan terakhir Pelatihan Guru dan Siswa dalam Implementasi Pembelajaran Matematika dengan Metode Gasing (gampang, asyik, dan menyenangkan).

Kegiatan tersebut diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar di Aula Sipurio Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mulai dari tanggal 27 Maret hingga 13 April 2023.

Dalam sambutannya, Indira menyatakan bahwa pelatihan yang telah dilakukan selama beberapa hari telah menghasilkan dampak positif pada hari ini. Indira melihat langsung siswa-siswa mempraktikkan pembelajaran matematika menggunakan metode gasing dalam materi penjumlahan dan perkalian.

Sebanyak 15 siswa terbaik dari peringkat terbawah di sekolah naik ke panggung melakukan simulasi perhitungan. Beberapa soal diberikan langsung oleh Indira yang dapat dijawab dengan mudah oleh siswa-siswa tersebut.

“Terima kasih kepada Disdik yang telah memberikan kesempatan untuk belajar matematika dengan cara yang menyenangkan dan gembira. Kita bisa melihat hasilnya hari ini,” kata Indira.

Indira melanjutkan, setelah pelatihan ini, ia berharap Dinas Pendidikan Kota Makassar bersama guru-guru dan kepala sekolah yang telah mengikuti pelatihan dapat mengimplementasikan metode gasing di sekolah.

“Karena anak-anak kadang-kadang lupa dengan pembelajaran, maka perlu dilakukan latihan terus-menerus. Kepala sekolah, kepala dinas, guru-guru, metode ini harus kita terus terapkan di sekolah,” tutur Indira.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, mengatakan bahwa nantinya sebanyak 50 guru yang telah mengikuti pelatihan ini akan menjadi mentor pembelajaran gasing untuk seluruh guru di Makassar.

“Ada 50 guru yang akan menjadi mentor. Mereka siap untuk mengajar guru-guru di seluruh sekolah di Kota Makassar,” jelas Muhyiddin.

Diketahui, pelatihan metode gasing ini diikuti oleh 100 siswa dan 50 guru dari 50 sekolah. Siswa-siswa yang dipilih merupakan siswa dengan capaian akademik paling bawah.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles