Senin, Juni 17, 2024

Fatmawati Rusdi, dan 15 Kecamatan Teken MoU dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

KATADIA,MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, telah mengambil langkah konkret dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem. Salah satu langkah penting yang diambil adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama 15 Kecamatan di Kota Makassar.

MoU ini terkait dengan penetapan Hasil Verifikasi dan Validasi Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) Kota Makassar Tahun 2023. Langkah awal yang diambil adalah memperbaiki database untuk memastikan data yang akurat.

Melalui kerja keras bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kecamatan selama beberapa bulan terakhir, Fatmawati Rusdi berhasil mengurangi jumlah keluarga yang mengalami kemiskinan ekstrem. Data awal mencatat 14 ribu keluarga dalam kondisi tersebut, namun setelah proses validasi data, jumlah tersebut berkurang menjadi 7.836 keluarga.

Fatmawati Rusdi menjelaskan, “Hari ini kita penandatanganan komitmen validasi data terupdate penanganan kemiskinan ekstrem. Setelah mendapatkan data ini, kita akan menentukan aksi yang akan kita lakukan karena sudah jelas semua pemetaannya. Mana kecamatan yang menjadi prioritas. Kita akan melakukan verifikasi data dari awal, termasuk kasus di mana beberapa warga yang terdata sebagai penerima bantuan ternyata tinggal di rumah tingkat tiga atau memiliki kos-kosan. Semua ini akan kami data ulang.”

Dalam upaya menghapuskan kemiskinan ekstrem di Kota Makassar, Fatmawati Rusdi menggarisbawahi tiga langkah utama, yaitu:

1. Penurunan Beban Masyarakat: Upaya ini bertujuan untuk mengurangi beban finansial masyarakat yang terkena dampak kemiskinan.

2. Peningkatan Pendapatan Masyarakat: Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat secara keseluruhan.

3. Meminimalkan Kantong-kantong Kemiskinan: Pemerintah berusaha mengidentifikasi dan mengurangi fokus kemiskinan di daerah tertentu.

Fatmawati juga meminta agar semua OPD terkait bekerja secara maksimal sesuai dengan tupoksinya. Contohnya, dalam bidang pendidikan, Pemkot Makassar memiliki program prioritas bahwa semua anak harus bersekolah, karena anak yang putus sekolah dapat menjadi salah satu pemicu kemiskinan.

Selain itu, dalam bidang kesehatan, fokusnya adalah mencapai target nol kasus stunting, sehingga anak-anak dapat tumbuh secara optimal dan menjadi generasi penerus yang unggul. Selain itu, program-program seperti penanganan masalah sanitasi dan penanggulangan pengemis dan tunawisma juga menjadi perhatian utama.

Fatmawati juga menyoroti peran Lorong Wisata sebagai solusi dalam penanganan kemiskinan. Ini termasuk menciptakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memberikan peluang ekonomi kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil validasi data, jumlah tertinggi keluarga yang mengalami kemiskinan ekstrem berada di Kecamatan Makassar (1.391 keluarga), diikuti oleh Tallo (1.245 keluarga), dan Tamalate (1.204 keluarga). Sementara itu, Kecamatan Wajo memiliki jumlah terendah dengan hanya 22 keluarga yang mengalami kemiskinan ekstrem.

Fatmawati Rusdi mendesak semua OPD, kecamatan, hingga kelurahan agar berpartisipasi aktif dalam mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem hingga mencapai 0% pada tahun 2024. Upaya ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Makassar dalam memerangi kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(**)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles