Senin, Juni 17, 2024

Partai Keadilan Sejahtera Menyatakan Belum Mendukung Cak Imin Sebagai Cawapres Anies Baswedan dalam Pilpres 2024

KATADIA,JAKARTA || Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum secara resmi mendukung Cak Imin sebagai calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampingi calon presiden (Capres) Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Hal ini menjadi sorotan dalam tengah-tengah gejolak politik menjelang pemilihan tersebut.

Dalam sebuah konferensi pers pada Sabtu (2/9/2023), Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS, Almuzzammil Yusuf, mengungkapkan bahwa PKS sedang berupaya menata koalisi yang ada saat ini.

Namun, Almuzzammil juga menyoroti perlunya prosedur yang lebih baik dalam membentuk koalisi politik.

“Koalisi tiga partai itu tidak akan mengalami goncangan apa-apa ketika masuknya PKB dengan cara yang smooth, tapi takdir yang terjadi tidak seperti itu,” ungkap Almuzzammil.

Meskipun PKS dan koalisi Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) merasa menyesal atas perkembangan terkini ini, mereka tetap berkomitmen untuk merajut kembali hubungan dengan Partai Demokrat dalam koalisi tersebut.

“Kami harap Demokrat dan PKS bisa terus berdialog dan bisa merajut kembali jika masih memungkinkan di dalam koalisi ini. Saya kira kita semua dalam pertimbangan itu,” tegas Almuzzammil.

Dalam kesempatan tersebut, Almuzzammil juga mengumumkan bahwa keputusan mengenai calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Baswedan akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

“Dalam waktunya kalau sudah fixed akan kita kabarkan,” kata Almuzzammil.

Sebelumnya, Partai Demokrat telah mencabut dukungannya terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024.

Keputusan ini merupakan hasil rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat yang berlangsung pada Sabtu (1/9/2023) malam.

Keputusan ini juga telah memicu perseteruan antara Partai Demokrat dan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan rasa kecewanya atas keputusan Anies dan merasa dikhianati setelah Anies dipilih untuk berpasangan dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai calon wakil presiden.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara otomatis terdepak dari persaingan cawapres setelah Cak Imin terpilih untuk mendampingi Anies dalam Pilpres 2024.

Keputusan-keputusan politik ini menjadi sorotan utama dalam persaingan politik menjelang Pilpres 2024 dan akan terus menjadi perbincangan dalam waktu yang akan datang.

 

 

Sumber: CNBC Indonesia

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles