Kamis, Februari 22, 2024

Fadli Andi Natsif Kepada Murid-Murid SD Negeri Borong, Jadikan Buku Sebagai Teman

KATADIA, MAKASSAR || Kurang bermedia sosial, lebih baik membaca buku. Begitu nasihat Dr Fadli Andi Natsif, SH, MH, dosen Fakultas Hukum dan Syariah UIN Alauddin Makassar, kepada murid-murid SD Negeri Borong, Sabtu, 21 Oktober 2023.

Akademisi yang mengaku sebagai pembeli buku, pembaca buku, dan penulis buku itu, hadir di Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong, atas undangan Bunda Pustaka SD Negeri Borong. Fadli Andi Natsif hadir sebagai narasumber “Workahop Berbagi Pengalaman Membaca Buku”.

Kegiatan ini diadakan Bunda Pustaka dalam rangka Hari Perpustakaan Internasional, yang diperingati setiap tanggal 18 Oktober. Bunda Pustaka sejak beberapa tahun aktif menumbuhkan budaya kegemaran membaca, sebagai upaya mendukung Gerakan Literasi Sekolah.

“Saya punya ciri selalu membawa buku. Kalau datang ki ke rumah saya, mulai dari ruang tamu sampai ke kamar tidur, pasti kita lihat rak-rak buku,” kata Fadli Andi Natsif di depan murid-murid, Bunda Pustaka, dan beberapa guru SD Negeri Borong.

Alumni Fakultas Hukum Unhas itu memang sudah menyediakan budget untuk membeli buku setiap bulan. Dia pun menyarankan, sebaiknya selalu membaca buku.

Buku apa saja, sesuai yang diminati. Bisa mulai membaca 5 sampai 15 menit, yang ringan-ringan. Jadikan buku sebagai teman, dan aktivitas membaca sebagai hobi yang menyenangkan.

“Kalau suka baca komik, itu yang dibaca. Kalau tidak ada buku di rumah, bisa membaca di perpustakaan,” lanjutnya.

Pengurus Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA Provinsi Sulawesi Selatan itu, lalu mengajak anak-anak di depannya untuk tidak menghabiskan waktu hanya bermain game.

Selingi lagi dengan membaca. Karena, katanya, kemampuan literasi itu berkaitan dengan membaca, menulis, mendengar dan berbicara.

“Kalau rajin ki membaca, kita jadi caradde, jadi pintar, dan punya wawasan,” terang Fadli Andi Natsif.

Meski diakui bahwa dia jarang memberikan materi bagi anak-anak Sekolah Dasar. Karena sebagai dosen, lebih sering bersentuhan dengan mahasiswa. Namun, dia terlihat cukup komunikatif.

Beberapa kali dia melontarkan pertanyaan, untuk berinteraksi dengan anak-anak itu, dan dijawab pula oleh anak-anak yang rerata kelas 3 dan kelas 4.

Misalnya, saat dia bertanya, “Tahu Messi, dari mana Messi?” Anak-anak menjawab, “Pemain sepak bola dari Argentina.”

Dia balik bertanya, “Tahu Christiano Ronaldo, dari mana dia?” Serentak anak-anak menjawab, “Pemain bola dari Portugal.”

“Terus, kalau Ramang, kita tahu siapa dia?” Tidak ada anak yang menjawab. Fadli Andi Natsif lalu menyampaikan, di sinilah pentingnya kita membaca. Ramang, kata Fadli Andi Natsif, merupakan pemain PSM Makassar, yang tentangannya keras.

Tanya jawab berlanjut. Pak Fadli, begitu dia akrab disapa, bertanya tentang apa hobi anak-anak. Ada yang bilang hobi berenang, main bola, bulutangkis, menggambar, baca puisi, dan lain-lain. Dia pun menyarankan agar rajin membaca seputar hobi yang disenangi itu. Membaca juga dapat dijadikan hobi.

“Saya kalau tidak membaca gelisah, karena itu kebutuhan saya,” katanya.

Akademisi yang sudah menerbitkan skripsi, tesis, dan disertasinya menjadi buku ini, lantas menjelaskan manfaatnya bila kita gemar membaca.

Menurutnya, bila seseorang gemar membaca maka akan menambah wawasan dalam berpikir, memupuk kedewasaan dalam bertindak dan berkomunikasi, serta memiliki keterbukaan dalam menerima perbedaan.

“Tidak ada cara lain menumbuhkan gemar membaca, selain dengan membaca, membaca, dan membaca,” imbuhnya.

Perintah membaca dalam Al-Qur’an, bagi umat Islam, membuktikan bahwa Tuhan adalah guru pertama kita. Fadli Andi Natsif mengungkapkan bahwa dia menulis untuk berbagi pengalaman, pandangan, dan pengetahuan. Dia berharap akan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, dan jadi amal jariah bagi kita semua.

Hadir dalam kegiatan Workshop Berbagi Pengalaman Gemar Membaca itu, Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, yang juga menekankan pentingnya Gerakan Literasi Sekolah.

Hadir pula Ketua Bunda Pustaka, Mulyati Husain, dan pengurus Bunda Pustaka SD Negeri Borong, pegiat Sekolah Ramah Anak, Rusdin Tompo, yang juga merupakan Koordinator SATUPENA Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles