Senin, Februari 26, 2024

Kampanye Kolaboratif BKKBN Sulawesi Selatan dan Komisi IX DPR RI: Mendorong Sinergi untuk Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Kepulauan Selayar

KATADIA, SELAYAR || Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Kampanye Program Percepatan Penurunan Stunting kolaborasi bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, Rabu (18/10/23)
.
Bertempat di Hotel Tanjung Merayu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kegiatan ini diikuti sebanyak 350 peserta terdiri dari Camat, Lurah, Kepala Puskesmas dan Tenaga Kesehatan se-Kabupaten Selayar.
.
Hadir dalam kegiatan ini, Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Aliyah Mustika Ilham, SE, M.AP,  Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin ,SH, MM, Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Kepulauan Selayar, dr. Husaini, M.Kes, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Drs. Andi Massaile.
.
Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham mengatakan stunting menjadi ancaman Indonesia mewujudkan generasi emas 2045, jika stunting tidak bisa diturunkan saat ini akan mempengaruhi kualitas generasi bangsa di masa mendatang
.
Untuk itu, Aliyah menekankan perlunya sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya penurunan stunting melalui pencegahan terjadinya stunting baru baik yang berkaitan dengan faktor sensitif maupun spesifik.

“Salah satu penyebab stunting adalah penikahan dini, di mana anak yang menikah di usia muda, baik secara mental maupun fisik berpotensi melahirkan anak stunting, ditambah lagi jika kesiapan ekonomi keluarga belum siap, nantinya akan sulit bagi pasangan muda ini untuk memenuhi kebutuhan gizi pertumbuhan dan perkembang anaknya” sebut Aliyah
.
Untuk itu, Aliyah mendorong setiap remaja memperhatikan usia ideal menikah, dimana perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.
.
“Diusia ini pasanagan telah siap secara mental dan fisik untuk menjadi orang tua, siap hamil dan melahirkan, serta bisa merawat dan memberikan gizi yang baik untuk tumbuh kembang anak lewat secara baik dan benar” ujar Aliyah
.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi penyakit berulang terutama pada periode 1000 Hari HPK yaitu dimulai saat janin dalam rahim hingga bayi berusia 2 tahun

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles