Rabu, Februari 21, 2024

BKKBN Resmikan Sekolah Lansia Ceria di Palopo untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia SMART

KATADIA,PALOPO || Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia yang tangguh, BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan meluncurkan program Pembangunan Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan.

Program ini, yang mencakup konsep Lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat), bertujuan memberdayakan lansia agar menjadi aset positif bagi keluarga dan masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, SH MM, mengungkapkan tujuan ini saat meresmikan Sekolah Lansia Ceria di Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo pada Kamis, 30 November 2023.

Hadir dalam acara ini antara lain Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palopo, Samsul Saide, Ketua Dharma Wanita Kota Palopo, Isnanda Hikma, dan Camat Bara, Dewa Gau.

Shodiqin menjelaskan bahwa BKKBN, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas Keluarga Berencana dan pengendalian penduduk, memandang pentingnya perhatian khusus terhadap lansia.

Angka harapan hidup penduduk Indonesia mencapai 74 tahun, dan sekitar 10% dari jumlah penduduk Indonesia, atau sekitar 28 juta orang, merupakan lansia.

Sulawesi Selatan memiliki harapan hidup yang cukup tinggi, sehingga perlu diberdayakan melalui program seperti Kelompok Bina Keluarga Balita dan Sekolah Lansia.

Lebih lanjut, Shodiqin menyampaikan bahwa lansia tidak hanya dipandang sebagai beban keluarga atau pembangunan, melainkan juga sebagai agen positif dalam mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.

Lansia dapat berperan aktif dalam memberikan nasihat terkait pengasuhan anak, pencegahan stunting, dan pola asuh yang baik. Oleh karena itu, pendirian Sekolah Lansia menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan pembentukan kelompok ini di setiap desa dan kelurahan.

Sekolah Lansia ini akan menyelenggarakan pertemuan berkala sebanyak 12 kali dengan materi yang telah disusun oleh BKKBN Pusat.

Materi ini mencakup aspek-aspek seperti pengasuhan, perawatan lansia, dan senam lansia. Setelah menyelesaikan program, peserta akan diwisuda dan dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Dalam upaya ini, BKKBN juga mengusulkan pemanfaatan aplikasi GO LANTANG (GO Lansia Tangguh) melalui 7 dimensi lansia tangguh dan Perawatan Jangka Panjang bagi lansia.

Isnanda Hikma, Ketua Dharma Wanita Kota Palopo, berharap bahwa pembentukan Sekolah Lansia ini dapat mendorong terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, dan produktif di Kota Palopo. Ia berharap upaya ini dapat diperluas ke seluruh wilayah Kota Palopo untuk memberdayakan lansia secara merata.

Samsul Saide, Kepala DPPKB Kota Palopo, menekankan bahwa program Sekolah Lansia merupakan inisiatif khusus dari BKKBN. Tahun 2023 dijadikan target bagi setiap Kabupaten untuk memiliki satu sekolah lansia.

Pemilihan Kecamatan Bara sebagai lokasi dilatarbelakangi oleh proaktifnya pemerintah kecamatan dalam pemberdayaan lansia melalui pembentukan kelompok-kelompok lansia.

Angka stunting di Kota Palopo, meskipun masih tinggi yaitu 23,8%, telah berada di bawah rata-rata Sulawesi Selatan yang mencapai 27,2%. Dengan keterlibatan lansia dalam pengasuhan anak, diharapkan angka stunting dapat turun sesuai dengan target nasional pada tahun 2024.

Acara peresmian Sekolah Lansia ini juga dirangkaikan dengan kegiatan senam lansia, pemeriksaan kesehatan lansia, serta pemberian materi terkait pembentukan sekolah lansia.

Langkah ini menciptakan momentum positif dalam usaha meningkatkan kualitas hidup lansia di wilayah tersebut.(**)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles