Senin, Februari 26, 2024

Peringatan Darurat: 15 Ribu Ilmuwan Prediksi Bencana Global Akhir Abad

KATADIA,JAKARTA || Sebuah makalah yang ditandatangani oleh lebih dari 15 ribu ilmuwan dari 161 negara telah menyoroti ancaman serius terkait perubahan iklim di Bumi. Diterbitkan dalam jurnal BioScience, makalah tersebut meramalkan potensi bencana global yang bisa terjadi pada akhir abad ini, menyebabkan kekhawatiran mendalam terhadap masa depan planet ini.

Para ilmuwan yang terlibat dalam penulisan makalah ini memperingatkan bahwa perubahan iklim terjadi dengan kecepatan yang semakin meningkat. Mereka menekankan bahwa kondisi iklim ekstrem yang disebabkan oleh peningkatan suhu global yang dipicu oleh aktivitas manusia, terus mengancam kelangsungan hidup Bumi.  Senin (11/12/2023).

“Makalah tersebut menyoroti konsekuensi serius dari aktivitas manusia yang melepaskan gas rumah kaca berbahaya ke atmosfer, yang telah mengakibatkan peningkatan suhu global yang signifikan selama beberapa dekade terakhir,” tulis makalah tersebut, mengutip dari sumber yang dapat dipercaya.

Christopher Wolf, seorang peneliti pascadoktoral dari Oregon State University (OSU) dan salah satu penulis utama studi ini, menggambarkan potensi bencana yang bisa dihadapi Bumi di masa depan. Risiko kekurangan pangan dan air bersih menjadi perhatian utama.

Studi ini juga mencatat data yang mengkhawatirkan, termasuk rekor iklim yang terpecahkan dengan perbedaan yang mencolok pada tahun 2023. Misalnya, musim kebakaran hutan yang sangat aktif di Kanada pada tahun tersebut menjadi titik kritis menuju pola kebakaran yang lebih ekstrem.

Profesor kehutanan terkemuka dari OSU, William Ripple, menyoroti pola yang mengkhawatirkan yang terus berkembang di tahun 2023. Ripple menyatakan kekecewaannya terhadap minimnya upaya yang dilakukan manusia untuk menangani perubahan iklim.

Namun, respons terhadap masalah lingkungan ini tidak semata-mata kesalahan industri bahan bakar fosil. Penyumbang lain termasuk kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi besar pada industri tersebut.

Di Amerika Serikat, subsidi untuk industri bahan bakar fosil meningkat drastis dari US$531 miliar menjadi lebih dari US$1 triliun selama periode tahun 2021-2022, menunjukkan bahwa langkah-langkah konkret untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan masih jauh dari cukup.

Para peneliti menyarankan peralihan mendesak dari ketergantungan pada bahan bakar fosil dan perlunya memerangi konsumsi berlebihan, terutama yang dilakukan oleh golongan kaya, untuk mencegah bencana lebih lanjut yang dapat mengancam Bumi.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles