Senin, Februari 26, 2024

Presiden Joko Widodo Menyampaikan Optimisme Terkait Ekonomi dan Politik Indonesia di Tahun 2024

KATADIA,JAKARTA || Presiden Joko Widodo telah mengungkapkan optimisme yang tinggi terkait prospek ekonomi dan politik Indonesia saat memasuki tahun 2024. Dalam pidatonya pada acara Outlook Perekonomian Indonesia yang berlangsung di Hotel St. Regis, Jakarta, pada Jumat, 22 Desember 2023, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal baik dari segi ekonomi maupun politik.

Presiden menggarisbawahi bahwa outlook ekonomi Indonesia sangat positif untuk tahun mendatang. Hal ini didasarkan pada kinerja ekonomi yang solid serta situasi politik yang stabil jelang pemilu 2024.

Faktor penting yang ditekankan Presiden adalah pentingnya konsistensi dalam kerja keras serta kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta untuk mewujudkan hal ini.

Dari segi ekonomi, Presiden menyoroti pertumbuhan yang baik selama triwulan tahun 2023. Ekonomi Indonesia terus tumbuh sekitar lima persen dan tingkat inflasi tetap rendah, jauh di bawah rata-rata global.

Indikator penting lainnya seperti penyerapan tenaga kerja yang meningkat sebanyak 4,5 juta orang dan PMI manufaktur yang masih dalam level ekspansif, menjadi poin positif dalam kinerja ekonomi negara.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2024 masih akan tetap berada dalam kisaran lima persen.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya tetap waspada terhadap ketidakpastian global yang masih ada, seperti potensi konflik di Timur Tengah yang dapat mempengaruhi harga minyak global.

Presiden Jokowi juga mendorong semua pihak untuk terus menarik investasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Investasi yang difokuskan pada memberikan nilai tambah bagi negara, seperti melalui investasi hilirisasi di sektor-sektor unggulan seperti mineral, pertanian, perikanan, kelautan, serta penguatan ekonomi digital, hijau, dan biru.

Tampak hadir dalam acara tersebut beberapa pejabat terkait, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

(BPMI Setpres)

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles