Kamis, Februari 29, 2024

Penjabat Gubernur Sulsel Perkuat Pariwisata Rammang-rammang melalui Penanaman Sukun dan Bibit Bunga Matahari

KATADIA,MAROS || Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, bersama Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Sofha Marwah Bahtiar, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Maros, melakukan penanaman sukun di Dermaga 2 kawasan wisata Rammang-rammang pada Minggu, 28 Januari 2024.

Langkah ini menandai komitmen serius untuk meningkatkan daya tarik pariwisata melalui perbaikan kondisi alam dan lingkungan.

Budidaya sukun di kawasan wisata Rammang-rammang bukan hanya membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik destinasi wisata tersebut.

Pemerintah berkomitmen untuk menanam 5.000 pohon sukun di kawasan ini sebagai upaya pelestarian alam dan pemulihan ekosistem.

Tokoh Masyarakat Setempat, Iwan Dento, yang juga meraih penghargaan Kalpataru, menjelaskan bahwa selain memberikan manfaat ekonomi, pohon sukun memiliki kemampuan dalam proses pencernaan air, mendukung pemulihan air di kawasan tersebut.

“Pohon sukun, selain memberikan buah, akarnya akan melakukan proses pencernaan air, proses pemulihan air, di mana sukun ini ditanam,” ungkap Iwan.

Penanaman sukun juga diharapkan akan menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Rammang-rammang Maros, permintaan terhadap berbagai produk dan jasa seperti penginapan, makanan, minuman, serta kerajinan tangan lokal juga ikut meningkat.

Hal ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar di sektor pariwisata.

Koordinator Desa Salenrang Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar, Taufik Hidayat Abdullah, menyambut baik program ini. Selain memberikan keuntungan ekonomi, penanaman sukun juga dapat digunakan sebagai bahan makanan olahan, seperti cemilan.

“Mungkin juga bisa dijadikan cemilan, dan program sukun ini patut untuk dikembangkan lagi di Sulsel,” ujar Taufik.

Buah sukun yang memiliki daging berwarna putih, tekstur empuk, dan cita rasa sedikit manis dapat diolah dalam berbagai cara, mulai dari dikukus hingga digoreng.

Selain buahnya, batang dan daun sukun juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kerajinan seperti anyaman, ukiran, miniatur, aksesoris, dan lukisan dari daun kering.

Dengan adanya penanaman sukun di kawasan Rammang-rammang Maros, diharapkan destinasi wisata ini akan semakin menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Langkah ini juga mendukung konsep agrowisata di daerah tersebut.

Pada kesempatan yang sama, diserahkan bibit bunga matahari sebagai tambahan upaya untuk menambah keindahan kawasan wisata Rammang-rammang.

Semua langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya tarik tinggi.(**)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles