Rabu, Februari 21, 2024

Prabowo Respons Tudingan Anies Soal Pertahanan RI, Sebut Penghasut Tanpa Sebut Nama

KATADIA,JAKARTA || Dinamika politik menjelang pemilihan presiden (pilpres) RI pada 14 Februari semakin panas. Ketegangan muncul antara capres nomor urut 1, Anies Baswedan, dan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Prabowo, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), memberikan tanggapan terkait pernyataan Anies dalam debat capres pekan lalu yang memberikan nilai 11 dari 100 untuk pertahanan RI. Prabowo secara tegas menyebut pemberi nilai tersebut sebagai penghasut yang tidak beretika, tanpa secara langsung menyebutkan nama.

“Ada tukang penghasut. Tapi saya enggak sebut namanya, lho. Nanti dibilang Prabowo emosi lagi. Ada yang coba mengadu saya dengan rakyat,” ujar Prabowo di hadapan ribuan relawan di Graha Wangsa, Kota Bandarlampung, Lampung, Kamis (11/1/2024), dilansir CNN Indonesia.

Prabowo menegaskan bahwa pernyataan tersebut menyesatkan karena didasarkan pada data yang salah. Ia juga menyatakan bahwa taktik semacam itu tidak lagi efektif karena rakyat telah cerdas.

“Mau mengadu saya dengan rakyat, tapi pakai data keliru. Katanya saya punya tanah 330 ribu hektare. Lha, itu tanah negara, mas. Kalau negara perlu, ambil semuanya. Sori yee, ndoro mas. Emang gue pikirin.”

Pada debat sebelumnya tanggal 7 Desember, Anies mengkritik rencana pembelian pesawat tempur bekas Mirage dari Qatar yang diusulkan oleh Prabowo. Anies juga mencatat adanya pelanggaran etika terkait calon wakil presiden Prabowo yang merupakan Gibran Rakabuming Raka, putra dari Presiden Jokowi.

“Ketika ada pelanggaran etika bapak tetap jalan terus dengan cawapres yang melanggar etika artinya ada kompromi atas standar etika. Ini fakta. Kemudian dalam pidato data mengolok-olok tentang etika, saya tidak tega mengulanginya pertanyaan penjelasan bapak atas itu semua,” kata Anies.

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles