Senin, Februari 26, 2024

Cerita Awal Papua: Jejak Nama yang Merekam Sejarah Pulau

KATADIA,SORONG || Papua, sebuah pulau eksotis yang kaya akan keberagaman budaya dan sejarahnya yang mendalam, telah menjalani perjalanan panjang dalam pemilihan namanya. Sejak tahun 200 Masehi, pulau ini telah dikenal dengan berbagai nama yang mencerminkan perjalanan dan interaksi dengan berbagai peradaban.

Pada era awal, sekitar tahun 200 Masehi, Claudius Ptolomaseus memberi nama pulau ini Labadios. Tahun 500 Masehi, seorang pedagang Tiongkok bernama Ghau Yu Kuan menamakannya Tungki. Selanjutnya, pada akhir abad ke-6 Masehi, kerajaan Sriwijaya menyebutnya Janggi, sebagaimana dicatat oleh Empu Prapanca pada tahun 1365.

Pada awal abad ke-7 Masehi, pedagang Persia, Gujarat, dan Hindia mulai berdatangan ke Papua, memberi pulau ini nama Dwi Panta dan Samudranta, yang mengartikan “ujung samudera” dan “ujung lautan”. Pada akhir abad ke-13 Masehi, Kerajaan Majapahit memberi dua nama, Wanin dan Sram, merujuk kepada Tanjung Onim di Fak-Fak dan Pulau Seram di Maluku.

Abad ke-14 menyaksikan penguasaan pulau oleh Kerajaan Tidore, yang melihat penduduk Papua sebagai sepih dan masih primitif. Tidore memberi nama pulau dan penduduknya Papa-ua, yang kemudian menjadi Papua, artinya “tidak bergabung” atau “anak piatu.”

Pada tahun 1511 Masehi, Antonio d’Abreu dari Portugis menyebutnya Os Papuas atau Ilha Papo. Gubernur Portugis di Maluku, Jorge de Menezes, mendarat di Biak pada 1526-1527 Masehi dan menggunakan nama Papua.

Pada 1528 Masehi, Avararo de Saavendra Ceron dari Spanyol menamainya Isla De Oro atau Island of Gold. Spanyol lainnya, Inigo Ortiz de Retes pada tahun 1545 Masehi, memberi nama Papua Nueva Guinea atau Nova Guinea, terinspirasi oleh kemiripan penduduknya dengan orang Guinea di Afrika.

Era kolonialis Belanda dan Inggris memberi Papua nama Nieuw-Guinea dan New-Guinea. Pada 16 Juli 1946, Franskaisepo di Konferensi Melino di Ujung Pandang mengganti nama Papua menjadi Irian, berasal dari bahasa Biak Numfor, Serui, dan Merauke, artinya “bangsa yang diangkat tinggi.”

Pada tahun 1961, UNTEA menggunakan nama West New Guinea dan West Irian. Namun, sejak 1 Mei 1963, wilayah ini kembali ke pangkuan Republik Indonesia, dengan nama Irian resmi diganti menjadi Irian Jaya pada 1 Maret 1973.

Memasuki era reformasi pada 1 Januari 2000, Presiden Gusdur mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua, menghormati warisan dari kerajaan Tidore yang menyebutnya Papa-ua. Nama yang terpatri dalam sejarah pulau ini, mencerminkan perjalanan dan identitas yang kaya, yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Penulis: Jeri P Degei-Opini-Papua Bernama Surga Jatuh Ke bumi, di Indonesa Timur

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles