Minggu, April 21, 2024

Arwinny Puspita dan “Beranda Pak RT” RRI Makassar

Oleh: Rusdin Tompo (Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan)

Arwinny Puspita merupakan penyanyi terkenal Makassar era 80-an. Jawara Lomba Bintang Radio yang diadakan Radio Republik Indonesia (RRI) ini, seangkatan dengan penyanyi keroncong, Sundari Sukoco. Album rekamannya dalam bahasa Makassar bersama Iwan Tompo, “Jera’nu Mami”, menjadi album terlaris di masanya. Arwinny Puspita juga berada di balik acara ajang pencarian bakat Studio Vocalia (Stuvo) RRI Makassar, yang sudah melahirkan begitu banyak penyanyi.

Meski nama Arwinny Puspita sudah lama saya dengar, tapi saya baru berkesempatan berinteraksi dengannya ketika aktif di Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) RRI Makassar. Saya kerap diundang oleh Kepala Stasiun RRI Makassar dalam pertemuan-pertemuan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) tersebut, termasuk dalam rangka evaluasi dan penyusunan program, yang biasanya dilakukan menjelang akhir tahun.

Suatu hari, saya ditelepon oleh Bu Arwinny, menanyakan ide yang pernah saya lontarkan dalam kegiatan rencana penyusunan program RRI Makassar. Saya balik bertanya, ide yang mana? Sebab, saat di Hotel Wisata Pantai Galesong, Kabupaten Takalar, ada banyak obrolan dan gagasan yang terlontar. Namun disampaikan, ide yang terkait dengan program yang menggunakan nama saya. Oh iya, saya ingat. Hanya saja, kata saya, nama programnya masih perlu dirumuskan atau disepakati karena ada beberapa pilihan: “Ngopi (Ngobrol Pagi) Bareng Pak RT”, “Teras Pak RT”, “Rumah Pak RT”, dan “Beranda Pak RT”.

Apapun pilihan nama itu, saya memang ingin punya program acara TV atau radio yang menggunakan nama saya. Saya ingin punya program acara seperti Najwa Shihab dengan “Mata Najwa”, dan Andy F Noya dengan “Kick Andy”-nya. “Pak RT” adalah branding yang saya tawarkan secara lisan ke beberapa teman radio dan televisi. “RT” merupakan singkatan nama saya, Rusdin Tompo.

Arwinny lebih tertarik dengan nama “Beranda Pak RT”. Dia lalu menyampaikan bahwa dirinya tengah mengikuti Diklatpim III di Jakarta. Diklatpim III ini dimaksudkan untuk pengembangan kompetensi kepemimpinan taktikal pada pejabat struktural eselon III yang akan berperan dalam melaksanakan tupoksi kepemimpinan di unit kerjanya. Sebagai peserta Diklatpim III, dia diharuskan membuat sebuah proyek perubahan. Kebetulan, saat itu juga Pemkot Makassar lagi gencar-gencarnya menggalakkan program gerakan Makassar Ta’ Tidak Rantasa (MTR). Jadi rencana program acara “Beranda Pak RT” itu akan dikolaborasikan dengan gerakan Makassar Ta’ Tidak Rantasa.

Malam itu juga saya membuat rancangan program siaran “Beranda Pak RT”. Sistematikanya terdiri dari nama acara, latar belakang, tujuan, manfaat program, sasaran pendengar, strategi program, format program, frekuensi siaran, durasi, hari dan jam siar, serta tahapan pembuatan program. Ini semacam proposal yang masih akan diujikan. Apabila disetujui baru bisa dilaksanakan.

Dalam latar belakang, saya jelaskan bahwa sesungguhnya ada banyak proses pembelajaran dan berbagai inovasi yang dilakukan oleh masyarakat pada tingkat RT/RW/Kelurahan. Tapi sayangnya masih minim mendapatkan publikasi. Padahal, jika berbagai praktik cerdas (smart practice) dipromosikan melalui pendekatan pemberitaan yang positif (good news), niscaya bisa menjadi inspirasi bagi yang lain. Dengan mengangkat apa yang dilakukan dan terjadi pada tingkat RT maka kita juga akan melihat berbagai pendekatan dan efektivitas program yang dilakukan pemerintah selama ini.

Tujuan “Beranda Pak RT”, yakni mengangkat kisah-kisah inspiratif para Ketua Rukun Tetangga (RT) dalam melakukan berbagai pendekatan kepada masyarakatnya; mempromosikan berbagai proses pembelajaran (best practice) pada lingkup masyarakat terbawah (RT/RW) yang bisa direplikasi di tempat lain; memberikan dukungan kepada para Ketua RT untuk terus memotivasi warganya agar terlibat aktif dalam program-program pembangunan; membangun sistem peringatan dini (early warning system) pada tingkat RT guna menangkal dan mengantisipasi berbagai persoalan pada akar rumput (grass root); dan membuka ruang komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah, terutama penentu kebijakan pada level lebih tinggi, untuk mencari solusi segera agar tidak meluas dan semakin parah.

Sasaran pendengar “Beranda Pak RT” masyarakat, pemerintah dan dunia usaha. “Beranda Pak RT” merupakan bagian dari strategi RRI untuk menambah atau menggaet pendengar baru dan merawat pendengar yang sudah ada. Selain itu, untuk membangun sinergitas dengan Pemerintah Kota Makassar guna mengedukasi dan meningkatkan partisipasi warga dalam gerakan Makassar Ta’ Tidak Rantasa.

Program yang akan disiarkan di RRI Pro1, dengan durasi 1 (satu) jam ini, formatnya berupa Bincang-Bincang (dilakukan secara on air dan off air). Pada even-even tertentu akan dilakukan kegiatan off air yang memilih salah satu lokasi RT/kelurahan sebagai tempat bersiaran. Ketika kegiatan off air, akan ditampilkan pula atraksi kesenian dari masyarakat setempat. Sehingga, acara ini memberikan ruang bagi pengembangan potensi dan kreativitas seni budaya generasi muda. Untuk kegiatan off air durasinya 120 menit (dua jam).

Sebelum siaran dilaksanakan, Kepala LPP RRI Makassar, La Sirama, dan Arwinny Puspita, mengajak saya dan Bahtiar (staf RRI) bertemu Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto di Rujab Walikota Makassar Jalan Penghibur-Jalan Haji Ince Saleh Daeng Tompo, Kelurahan Losari.

Setelah itu diadakan pertemuan terkait konsep program “Beranda Pak RT” dengan Sekretaris Kota Makassar, Ibrahim Saleh, yang dihadiri camat se-Kota Makassar, pada tanggal 28 Fabruari 2016. Dalam pertemuan di ruang Sekda, di Balaikota Makassar, iu disarankan agar program itu perlu diperkuat melalui penandatangan MoU (memorandum of understanding). Pertemuan teknis juga diadakan dengan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Andi Muhammad Yasir. Ini untuk koordinasi narasumber lurah dan camat.

Akhirnya, “Beranda Pak RT” bersiaran perdana secara offair atau outdoor dari Jalan Adipura, Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang, tanggal 19 Maret 2016. Walikota Makassar hadir sebagai narasumber bersama aktivis WALHI Sulawesi Selatan, Taufik Kasaming, dan Fachrudin Palapa dari Berita Kota Makassar (BKM) mewakili unsur media massa.

Siaran secara live di RRI Pro1 FM 94,4 Mhz dan AM 630 Khz itu bertema “Bersama Membangun Kota Makassar: Dari Lorong Menuju Kota Dunia”. Danny Pomanto dalam kesempatan itu mengajak warga Makassar menghidupkan lorong-lorong yang ada melalui kegiatan-kegiatan kreatif dan produktif. Diharapkan agar warga memanfaatkan ruang yang diberikan RRI Makassar untuk berpartisipasi, dan mengekspresikan apa yang menjadi potensi di lorong-lorongnya supaya Makassar dua kali tambah baik.

Sebelumnya, Arwinny Puspita dan tim, terdiri dari Ulis Makabori (Kabid Pemberitaan) Asmar Sarjon Mbirongi (Kasi Pro1), dan Bahtiar (Produser Acara), hunting lokasi untuk mendapatkan gambaran tentang kelurahan dan peta masalahnya, sehingga nanti akan ditelaah apa yang layak untuk jadi topik siaran. Pola ini selalu jadi rujukan siaran “Beranda Pak RT”.

Dengan begitu, sebagai host atau tuan rumah, saya sudah dipasok dengan informasi tentang profil kelurahan, yang dibuat Pak Bahtiar sebagai Produser Acara. Bila siaran secara outdoor, profil kelurahan ini bahkan disampaikan dengan gaya reportase oleh Fitriani Nuralim, penyiar RRI. Informasi seputar sejarah atau latar belakang nama kelurahan menjadi hal menarik yang disampaikan Fitri karena ada aspek kelokalan, baik tradisi dan budaya Makassar diceritakan. Intinya, acara “Beranda Pak RT” ini sangat terkonsep baik.

Ketika acara sudah berjalan reguler setiap Rabu, pukul 11.00-12.00 wita, kadang ada tamu yang bertanya, kenapa nama acaranya “Beranda Pak RT”? Bukankah banyak RT yang perempuan? Menghadapi pertanyaan seperti itu, kepada tamu-tamu disampaikan bahwa yang dimaksud “Pak RT” dalam program ini adalah nama pembawa acaranya hehehe. Tamu-tamu yang hadir di studio RRI Pro1, selalu dibuat supaya nyaman sebelum bersiaran. Mereka diajak ngobrol sambil mencicipi penganan yang disediakan.

Tamu-tamu “Beranda Pak RT”, tak hanya berbicara tentang program kebersihan kota, juga tentang urban farming, penanganan masalah sosial berbasis masyarakat, UMKM, dan pendidikan politik pada akar rumput ketika menjelang Pemilukada. Obrolan seputar Kelompok Tani Lorong (Poktanrong), Lorong Garden (Longgar), Kelompok Wanita Tani (KWT), Lorong Sehat (Longset), Lorong KB, Lorong Budaya, dan lain-lain, merupakan topik utama kami.

Semua program itu perlu dilakukan karena setiap RT/RW akan mendapat insentif, yang besarnya hingga Rp1.000.000 per bulan. Dengan catatan, mereka harus bisa memenuhi 9 kriteria, yakni antara lain retribusi sampah, capaian PBB (pajak bumi dan bangunan), sombere berkaitan dengan pertemuan, kerja bakti dll, smart city, administrasi RT/RW, dan kontrol sosial.

Tamu-tamu itu terdiri dari Ketua RT, Ketua RW, Lurah, Camat, pelaku UMKM, Bhabinkamtibmas, atau narasumber yang relevan dengan topik bahasan. Di sela-sela obrolan akan diselingi dengan lagu yang dibawakan oleh salah seorang tamu. Lagu Dia dari musisi Anji, yang mantan vokalis grup musik Drive, paling sering dibawakan, terutama kalau yang menyanyi itu Lurah atau Camat.

Secara politis, DIA ini bisa dikonotasikan dengan sebutan pasangan Danny Pomanto-Syamsu Rizal (Deng Ical), nama pasangan Walikota Makassar, periode 2014-2019,  Suasana “Beranda Pak RT” akan selalu riuh bila sudah masuk sesi menyanyi ini, yang diiringi oleh keybordist sekaligus staf RRI, Mulyono Dg Tunru. Ada kelurahan bahkan yang sengaja membawa penyanyi khusus, dengan penampilan layaknya biduan panggung hehehe.

Berbagai usaha kreatif warga pernah dibahas, aktivitas UMKM, dan kegiatan-kegiatan yang jadi ciri dan potensi suatu kelurahan. Saya, saat itu, melihat, banyak produk warga yang layak jual dan bisa dipasarkan secara luas tapi tantangannya ada pada kemasan, kemampuan produksi dan standar kulitas prosuksi serta jalur distribusi. Banyak pula produk daur ulang dibahas, terutama bila terkait pengelolaan sampah dan Bank Sampah. Uniknya, untuk memotivasi warga memilah dan mengelola sampah secara baik, ada hadiah yang diberikan. Macam-macam bentuknya, ada dalam bentuk sampah tukar beras, sampah tukar gas elpiji, sampah tukar es krim, dan lain-lain. Kami kerap dapat oleh-oleh hasil produksi para tamu yang hadir, misalnya bawang goreng, abon, sambal/rica roa, baruasa, kripik, dan lain-lain.

Walikota Makassar, Danny Pomanto, kembali menjadi narasumber utama saat memaparkan konsep kota baru di sekitar Danau Balang Tonjong, Antang, wilayah Kecamatan Manggala. “Beranda Pak RT”, saat itu (Rabu, 11 Oktober 2017) memang live dari Kelurahan Tamangapa, yang dihadiri para Ketua RT/RW, penasihat walikota bidang RT/RW, LPM, tokoh masyarakat, dan unsur pemuda. Selain Danny Pomanto, hadir Kepala BPM, Iskandar Lewa, Kepala RRI Makassar, Nawir, Camat Manggala, Ansar Umar, dan lurah se-Kecamatan Manggala.

Saya mengenang program “Beranda Pak RT” dengan sangat baik. Wajah-wajah narasumber saya masih bisa dilihat dalam bentuk foto maupun video di berbagai platform media sosial. Beberapa tayangannya bisa dilihat di kanal YouTube saya. Banyak di antara mereka yang pernah jadi narasumber atau tamu juga punya karier di pemerintahan yang baik.

Ibu Aulia Arsyad, pertama jadi tamu sebagai Lurah Rappocini, lalu datang berikutnya sebagai Sekretaris Kecamatan Wajo. Setelah itu, dia menjabat sebagai Camat Wajo, lalu Camat Tallo, kemudian Kepala Dinas Sosial Kota Makassar. Andi Mappanyukki, yang sekarang Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar, juga pernah jadi tamu “Beranda Pak RT”. Masih banyak nama-nama lain, yang masih berkiprah sebagai camat atau kepala dinas, di antaranya Emil Yudianto dan Harun Rani.

Datangnya Covid-19 mengakhiri program acara ini. “Beranda Pak RT” vakum tepat di awal pemberlakuan pembatasan sosial (social distancing). Saya ingat, seperti biasa, setiap Rabu, saya ke studio RRI, tapi kemudian disampaikan oleh Pak Bahtiar, sebagai produser acara bahwa lurah dan camat tidak bisa hadir, setelah terbitnya larangan pemerintah terkait wabah virus yang menyebar dari Wuhan, Tiongkok itu. Penyampaian senada diberikan Arwinny Puspita, selaku Kepala Program Siaran. Setelah itu, tidak pernah ada lagi siaran “Beranda Pak RT”.

Namun, berkat kontribusi saya dalam program acara “Beranda Pak RT”, saya diberi piagam penghargaan oleh RRI Makassar. Pada saat Pergelaran Seni dan Penyulutan Obor Tri Prasetya RRI, di Auditorium Arsyad Subik Gedung RRI Makassar, Sabtu (11/9/2021), Kepala RRI Makassar, Muhammad Lahar Rudiyarso, S.Sos, M.AP, memberikan penghargaan kepada beberapa orang yang dinilai punya dedikasi dan kontribusi terhadap RRI Makassar. Piagam penghargaan itu saya terima terkait program bincang-bincang “Beranda Pak RT” yang disiarkan sejak tahun 2016 hingga 2020. Alhamdulillah. Terima kasih RRI Makassar, yang sudah mewujudkan mimpi saya punya acara sendiri. (*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles