Minggu, Juni 16, 2024

Perayaan Tri Suci Waisak di Bone: Menguatkan Persatuan dalam Keberagaman melalui Ritual Suci

KATADIA,BONE || Perayaan hari Tri Suci Waisak yang dilaksanakan oleh komunitas Tionghoa dibawah naungan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bone tidak terlepas dari beberapa ritual keagamaan, termasuk prosesi pengambilan api dharma dan pensakralan air berkah.

Nampak Ketua PSMTI, Hakim Lewa beserta Istri didepan ikuti ibadah dengan hikmah dengan menghadirkan Samanera Kalyanadhiro dan Yutta Rato dari Malang memimpin doa dan nasehat hikmah momen Hari Raya Waisak 2569 BE dilaksanakan di Vihara Dharma Palakka, Kabupaten Bone, Kamis (23/05/2024) malam.

Tema yang diangkat pada Waisak 2568/2024 yakni Memperkokoh Persatuan Dalam Keberagaman.

Tri suci Waisak diselenggarakan Umat Buddha di seluruh Indonesia merayakan hari raya Tri Suci Waisak 2568 BE mengusung tema nasional “Untuk Hidup Bahagia Sebagai Makhluk dan Manusia, Marilah Kita Meningkatkan Kesadaran yang Diajarkan oleh Sang Buddha”.

Perayaan Waisak bertujuan mengenang perjuangan Guru Agung Buddha Gautama dalam menemukan Dhamma Kebenaran Mulia yang membawa umat manusia menuju kebahagiaan. Inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya tema peringatan Waisak 2024.

Pandita Gde Widiamita mengatakan Perayaan Waisak 2024.memiliki kegiatan utama merenung diam selama 30 menit tanpa bersuara serta memberikan air suci kepada semua penganut Agama Budha yang hadir.

Sebelum detik-detik puncak perayaan Waisak ada serangkaian kegiatan yang dilakukan umat Buddha. Di antaranya bakti sosial, pengobatan gratis, hingga pengambilan api dharma dan air berkah yang menjadi bagian penting Waisak utama dilakukan di candi Mendut.

Makna api dharma merupakan penerang bagi yang melaksanakan dhamma. Ritual ini diharapkan mampu menjadi penenang dan kedamaian hati mencapai kesucian batin yang melambangkan pancaran cahaya gemerlap, menghapuskan keadaan suram menjadi terang, dan menembus ketidaktahuan dalam kehidupan.

“Api merupakan simbol penerangan dharma bagi makhluk yang diliputi kegelapan batin”. Ujar Pandita Gde.

Selanjutnya momen kedua air suci untuk Kabupaten Bone menggunakan air suci yang steril lewat ultra violet namun untuk asal pengambilan air berkah dari mata air alam Umbul Jumprit untuk menyambut perayaan hari raya Tri Suci Waisak 2568 BE.

air berkah atau disebut air suci melambangkan sikap kerendahan hati. Sikap yang diharapkan dapat ditiru seluruh manusia, khususnya umat Buddha.

Air suci dinilai dapat memberikan kesejukan dan ketenangan bagi kehidupan spiritual. Pensakralan air berkah dalam rangkaian perayaan Waisak memiliki makna agar batin umat Buddha seperti air yang setiap saat mampu memancarkan kemurnian dan ketenangan.

Perayaan Waisak Kabupaten Bone terlaksana secara sederhana namun penuh hikmah dibawah pengamanan Polres Bone dan Kodim 1407 serta patroli dari Brimob C Pelopor.

Tri suci Waisak ada tiga rangkaian utama

Pertama kelahiran Pangeran Siddharta di Taman Lumbini tahun 623 SM, kedua Pangeran Gautama Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Bodgaya pada usia 35 th di tahun 588 SM dan ketiga wafat Buddhis Gautama Parinibba di Kusinara usia 80 th pada th 543 SM

Untuk Penganut Buddha di Kabupaten hanya merayakan ibadah sebagai wujud kelahiran dan kedua sebagai puncak diangkat sebagai Buddha dengan kegiatan pindapata dengan berjalan kaki sampai di Vihara Dharma Palakka dan puncak perayaan wafatnya di pusatkan di Kotamadya Parepare (Dhani)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles