Senin, Juni 17, 2024

IKA SMA 1 Bulukumba Pertemukan Bupati dan Akademisi

KATADIA, BULUKUMBA || Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Bulukumba mempertemukan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, dengan sejumlah akademisi dan praktisi alumni SMA 1 Bulukumba pada acara Talk Show & Diskusi Terfokus (Bersama Para Panelis Akademisi Alumni SMANSA Bulukumba), di Hotel Swissbell, Panakkukang, Makassar, Sabtu, 08 Juni 2024, yang juga dilakukan secara virtual via zoom meeting.

Akademisi dan praktisi yang hadir yaitu Prof Darmawan Salman (Sosial Ekonomi Unhas), Prof Imran Umar, Prof Nasaruddin Salam (Industri dan Energi Unhas), Prof Saleh Tajuddin, Prof Ramli Umar (Pendidikan UNM).

Juga Dr Alam Tauhid Syukur (Kebijakan Administrasi Publik STIA LAN), Dr Musdalifah Mahmud (Pendidik UIM), Dr Qadriaty Daeng Bau (Transportasi UNM), Ir Mukrimin SHut MP PhD (Kehutanan Unhas), Ir Subhan Djoer MH, Ir HM Asri Paremma (Ketua DPW Apkasindo Perjuangan Sulsel), serta Ir H Nurdin Radja MP (Yayasan Peduli Lingkungan dan Hutan Sosial).

Talk Show dibuka oleh Ketua Umum IKA SMA 1 Bulukumba, Dr Hendra Pachri, dan dipandu oleh Dr Ansariadi, serta dihadiri Sekda Bulukumba Muhammad Ali Saleng, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bulukumba, dan puluhan alumni SMA Negeri 1 Bulukumba.

Ketua Umum IKA SMA 1 Bulukumba, Hendra Pachri, mengatakan, acara ini dirancang sejak tiga bulan lalu ketika dirinya bersama beberapa pengurus IKA berdiskusi dengan Bupati Bulukumba, tentang konstribusi orang yang menetap di luar Bulukumba.

“Kami mengatakan kepada Pak Bupati, bahwa kami (alumni SMA 1 Bulukumba, red) punya sumber daya dari berbagai latar. Mudah-mudahan acara ini memberikan kontribusi positif kepada Pemkab Bulukumba,” kata Hendra.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan terima kasih kepada pengurus IKA SMA 1 Bulukumba dan memberikan apresiasi atas terlaksananya Talk Show & Diskusi Terfokus Bersama Para Panelis Akademisi Alumni SMANSA Bulukumba.

“Tentu diskusi seperti ini sangat baik untuk kita laksanakan guna mendapatkan masukan maupun kritikan yang membangun, apalagi jika disertai dengan solusi konkret atas berbagai permasalahan yang dihadapi selama ini,” kata Andi Utta, sapaan akrab Andi Muchtar Ali Yusuf.

Bupati mengatakan dirinya tidak anti kritik, tetapi menginginkan penyampaian aspirasi atau masukan itu dilakukan dengan cara-cara yang lebih santun dan bermartabat, sipakatau, sipakainga.

“Pengalaman menunjukkan, aksi demonstrasi hanya mengganggu dan meresahkan pengguna jalan. Tentu ini perlu menjadi atensi dan evaluasi kita bersama, mengapa adik-adik kita harus terus turun ke jalan, padahal di era keterbukaan saat ini, semua hal dapat dibahas dan bicarakan Bersama,” ungkap Andi Utta.

Menurutnya, diskusi ini sangat menarik karena membicarakan tentang masa depan Bulukumba, potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan.
Pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bulukumba, melainkan tanggung jawab semua stakeholder, dan masyarakat harus memiliki kontribusi sekecil apa pun itu.

“Saya hanya baru merasakan menang dan bermanfaat jadi bupati, jika masyarakat Bulukumba sudah memiliki ekonomi yang baik dan penghidupan yang baik,” kata Andi Utta.

Tiga tahun menjabat bupati, dirinya melihat dan memotret, masyarakat Bulukumba belum sepenuhnya memiliki rasa kecintaan kepada Bulukumba. Masih selalu berpikir kelompok, berpikir politis, dan hanya memikirkan kelompoknya saja.

“Kita belum sepenuhnya berjiwa besar untuk bersama-sama membangun Bulukumba, apa pun profesi kita masing-masing. Hal-hal sederhana, seperti masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan,” tutur Andi Utta.

Begitu pula pada birokrasi pemerintahan, pada umumnya belum sepenuhnya menyadari akan fungsinya sebagai abdi masyarakat. Para pegawai kita masih berkutat pada jabatan apa yang didapat, bukan berpikir apa yang sudah saya lakukan untuk daerah.

“Olehnya itu, selama menjabat Bupati Bulukumba, perubahan mindset ini terus saya sampaikan, bagaimana menanamkan rasa cinta Bulukumba. We love Bulukumba, dan meningkatkan etos kerja kita agar lebih produktif,” pungkas Andi Utta. (asnawin)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles