Terhubung dengan kami

Pendidikan

Orang Tua Dukung Ekstra Tahfidz di SMAN 1 Bone sebagai Wadah Peningkatan Hafalan Al-Qur’an

Dipublikasikan

pada

KATADIA BONE || Antusias orang tua dan wali murid terhadap program unggulan ekstrakurikuler Tahfidz di SMA Negeri 1 Bone (SMANSA Bone) menunjukkan dukungan luar biasa. Hal ini terlihat dalam pertemuan yang digelar pihak sekolah di salah satu ruang kelas lantai dua, Sabtu (26/07/2025).

Kepala SMAN 1 Bone, Drs. Muhdar, M.Pd, dalam sambutannya memaparkan program unggulan sekolah, termasuk jalur prestasi bidang keagamaan yang telah meloloskan enam siswa melalui seleksi tahfidz.

Meski awalnya program ini ditujukan untuk jalur keagamaan, minat luar biasa datang juga dari siswa jalur akademik dan domisili—mencapai hampir 60 siswa.

“Melihat antusiasme ini, kami merasa perlu memastikan agar Ekstra Tahfidz terus eksis dan menjadi program unggulan non-akademik di SMANSA Bone,” ujar Muhdar.

Sebagai bentuk penghormatan dan motivasi, pihak sekolah turut menghadirkan pendiri Ekstra Tahfidz, Drs. H. Sulaiman, M.Pd, yang telah memasuki masa pensiun sejak 2023.

Kehadirannya memberi semangat baru kepada para pembina agar program ini terus berjalan meski di sekolah umum, bukan sekolah berbasis keagamaan.

Ustadz Saifuddin, pembina awal Tahfidz sejak program ini diresmikan pada 10 Oktober 2020 bertepatan dengan Hari Santri oleh Wakil Bupati Bone saat itu, Drs. H. Ambo Dalle, M.M, juga turut hadir. Meski kini bertugas di Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Saifuddin tetap aktif mendampingi kegiatan dengan semangat tinggi.

Ekstra Tahfidz dilaksanakan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 14.45 hingga 17.00 WITA, seusai jam belajar. Setiap anggota menyetorkan hafalan secara bergilir kepada para pembina, dengan target hafalan yang disesuaikan kemampuan masing-masing.

“Tujuan kami jelas, mendukung siswa yang ingin mendalami Al-Qur’an sekaligus mempersiapkan diri menembus perguruan tinggi negeri maupun swasta, yang kini memberikan jalur khusus bagi penghafal Al-Qur’an, seperti UNHAS, UMI, UIN Makassar, dan lainnya,” tambah Muhdar.

Untuk menjaga keberlanjutan program ini, SMANSA Bone menggandeng dua pembina eksternal dari pondok pesantren, yakni Ustadz Nasrudin dan Ustadzah Fatmawati. Keduanya dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman mumpuni dalam mendampingi hafalan Al-Qur’an.

Namun demikian, keterbatasan anggaran sekolah membuat pihak sekolah membuka ruang partisipasi orang tua/wali siswa.

“Kami memahami kondisi ekonomi orang tua berbeda-beda. Kami tidak memaksa. Tapi dukungan dalam bentuk infaq atau sumbangan sangat berarti untuk keberlangsungan program ini,” jelas Muhdar.

Dalam forum pertemuan tersebut, para orang tua siswa menunjukkan respon positif. Bahkan beberapa dari mereka menyatakan kesediaannya untuk berinfaq secara rutin, termasuk menyediakan konsumsi untuk pembina.

Akhirnya, disepakati bahwa sumbangan sukarela minimal sebesar Rp100.000 per bulan dapat diberikan oleh orang tua, namun tetap terbuka untuk lebih, sesuai niat beramal masing-masing.

“Semoga melalui program ini, anak-anak kami bisa tumbuh sebagai generasi Qur’ani, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan dengan dasar spiritual yang kuat,” pungkas salah satu wali murid yang hadir. (Dhani)

.

 

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending