KATADIA MAKASSAR || Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya integritas, kinerja, dan kerja kolaboratif dalam jajaran Pemerintah Kota Makassar, hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada pelantikan pejabat struktural dan administratif di lingkup Pemkot Makassar. Pada Jumat 6 /2 di Tribun Lapangan Karebosi
Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Hj. Aliyah Mustika Ilham, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Hj. Melinda Aksa, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kota Makassar Supratman, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Andi Pancasakti Silaen, Sekretaris Daerah Kota Makassar, para tim ahli, asisten, staf ahli wali kota, kepala SKPD, direksi BUMD, camat, lurah, serta undangan lainnya.
Munafri Arifuddin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan yang dinilainya sebagai proses sakral dan bagian dari dinamika pemerintahan untuk mewujudkan tata kelola yang baik.
Ia menegaskan bahwa pelantikan bukanlah pengambilan hak seseorang, melainkan proses penyegaran dan pergeseran jabatan untuk memaksimalkan fungsi, tugas, serta kinerja individu dan kelembagaan.
Wali Kota Makassar juga memberikan perhatian khusus kepada para camat yang baru dilantik. Ia menyebut camat-camat sebelumnya telah menunjukkan kinerja yang baik dan berhasil dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat secara tegas namun humanis. Oleh karena itu, camat yang baru diharapkan mampu melampaui capaian kinerja pendahulunya dan merespons berbagai program pemerintah dengan lebih baik.
Munafri menekankan bahwa masa evaluasi kinerja akan dilakukan dalam kurun waktu enam bulan. Ia mengingatkan bahwa banyak aparatur yang siap dan mampu mengisi posisi strategis, sehingga setiap pejabat dituntut untuk menunjukkan kinerja terbaiknya. “Kalau kinerjanya bagus akan bergerak naik, kalau tidak maka bisa stagnan bahkan turun,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Munafri juga menyoroti pentingnya penguatan posisi-posisi administrasi, khususnya di bidang perencanaan, keuangan, dan umum.
Menurutnya, jika sistem kelembagaan berjalan cepat, maka para pejabat di dalamnya harus mampu menjaga, merapikan, dan memastikan seluruh proses administrasi berjalan tertib agar tidak menghambat roda birokrasi.
Ia turut mendorong Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk mulai menerapkan manajemen talenta pada pelantikan berikutnya. Langkah ini dinilai penting untuk memetakan kapasitas dan kapabilitas aparatur sipil negara secara objektif dalam meniti jenjang karier yang profesional dan berkelanjutan.
Munafri menegaskan bahwa persoalan Kota Makassar sangat kompleks sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektor yang solid. Ia menolak keras adanya ego sektoral dan kepentingan pribadi dalam birokrasi. “Orang besar tidak bercerita tentang individu, tapi tentang ide dan gagasan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh jajaran Pemkot Makassar untuk terus meningkatkan kapasitas diri, tidak berhenti belajar, serta memahami dengan baik hak dan kewajiban sebagai aparatur negara.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga integritas dan karier pejabat, agar tidak terpengaruh hal-hal yang dapat merusak perjalanan karier.
Di akhir sambutannya, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pengawasan akan semakin ketat dan integritas menjadi kunci utama dalam membangun kepemimpinan yang komprehensif.
Ia memastikan proses pengisian jabatan akan terus berjalan hingga tidak ada lagi posisi kosong dan seluruh jabatan diisi oleh figur yang berkapabilitas, mampu menggerakkan organisasi, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia pun mengajak camat dan lurah untuk bekerja sama secara solid dalam menyukseskan program-program prioritas Pemerintah Kota Makassar.
Munafri menegaskan tidak ingin ada program prioritas yang terhambat karena kurangnya sinergi. “Satu gerak, satu jalan, demi pelayanan maksimal dan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya.(**)