KATADIA MAKASSAR || Kapal tanker Honour 25 yang dilaporkan berasal dari Dubai dibajak oleh perompak bersenjata di perairan Somalia pada 21 April 2026.
Dalam insiden tersebut, nakhoda kapal, Ashari Samadikun, pria asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, turut disandera bersama 16 awak kapal lainnya.
Hingga kini, Ashari Samadikun bersama seluruh kru masih berada dalam penyanderaan para pembajak. Informasi yang diterima keluarga menyebutkan, para pelaku merupakan kelompok perompak laut yang beroperasi di wilayah rawan pembajakan di perairan Somalia.
Pihak keluarga dan kerabat korban berharap adanya perhatian serta bantuan dari Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah penyelamatan. Mereka mendesak agar upaya diplomasi maupun koordinasi internasional dapat dilakukan guna membebaskan para sandera.
Berdasarkan data yang dihimpun, total 17 awak kapal yang disandera terdiri dari berbagai kewarganegaraan, yakni 10 warga Pakistan, masing-masing satu warga Myanmar, Sri Lanka, dan India, serta empat warga negara Indonesia, termasuk Ashari Samadikun.
Menurut keterangan kerabat korban, insiden pembajakan bermula saat kapal Honour 25 berlayar dari Oman menuju Somalia dengan membawa muatan minyak. Di tengah perjalanan, kapal tersebut diduga disergap oleh kelompok perompak bersenjata.
Sejak kejadian itu, pihak keluarga mengaku belum memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi para sandera. Kekhawatiran terus meningkat, mengingat hingga saat ini komunikasi dengan para korban masih terputus.
Sementara itu, rekan satu angkatan korban, Eleora Kamaya Lekon, menyampaikan harapannya agar Ashari dan seluruh awak kapal dapat segera dibebaskan dalam kondisi selamat.
Kasus pembajakan di perairan Somalia sendiri masih menjadi ancaman serius bagi pelayaran internasional, terutama bagi kapal-kapal yang melintasi jalur perdagangan strategis di kawasan tersebut.(**)