Terhubung dengan kami

Makassar

SIMPONI KEREN, Inovasi Pemberdayaan Single Parent untuk Wujudkan Keluarga Tangguh

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Menjadi orang tua tunggal bukanlah perjalanan yang mudah. Selain harus menjalankan peran sebagai pencari nafkah, seorang single parent juga dituntut hadir sebagai pengasuh, pendidik sekaligus sumber dukungan emosional bagi anak.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga dengan orang tua tunggal. Keterbatasan waktu dan energi dapat memengaruhi pola pengasuhan, sementara anak berpotensi menghadapi persoalan kepercayaan diri, pengembangan potensi hingga stigma sosial.

Fenomena ini semakin relevan di tengah tingginya angka perceraian di Indonesia. Berdasarkan data yang tercantum dalam rancang bangun inovasi SIMPONI KEREN, sepanjang 2024 tercatat 394.608 kasus perceraian, yang terdiri atas 85.652 kasus cerai talak dan 308.956 kasus cerai gugat.

Angka tersebut tidak hanya menjadi statistik. Di baliknya terdapat keluarga yang harus menata kembali kehidupan, termasuk anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan agar tetap dapat tumbuh, berkembang dan merancang masa depan.

Hadir dengan Perspektif Pemberdayaan

Menjawab tantangan tersebut, hadir inovasi SIMPONI KEREN atau Single Parents Membangun Potensi Anak Indonesia Kreatif dan Berencana.

Inovasi ini membawa perspektif bahwa keluarga single parent tidak semestinya hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan. Mereka juga perlu diberdayakan agar mampu menjadi keluarga yang tangguh, mandiri dan memiliki kapasitas untuk berkembang.

SIMPONI KEREN memberikan ruang bagi orang tua tunggal untuk meningkatkan kapasitas melalui berbagai program, seperti pelatihan parenting, manajemen waktu, manajemen emosi dan pengasuhan berbasis nilai.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua menjalankan peran ganda secara lebih efektif. Pada saat yang sama, keberadaan komunitas sesama orang tua tunggal menjadi ruang untuk memperoleh dukungan moral dan sosial.

Anak Tetap Memiliki Ruang untuk Bermimpi

Tidak hanya berfokus pada orang tua, SIMPONI KEREN menempatkan anak sebagai bagian penting dalam proses pemberdayaan keluarga.

Anak-anak dari keluarga single parent diberikan ruang untuk mengenali dan mengembangkan bakat serta minat melalui berbagai bidang, mulai dari seni, teknologi hingga literasi.

Pengembangan potensi tersebut juga dibarengi dengan penguatan karakter, motivasi dan kepercayaan diri. Anak diarahkan untuk memiliki kemampuan merancang masa depan melalui literasi perencanaan karier atau career planning.

Pesan yang ingin dibangun melalui inovasi tersebut adalah kondisi keluarga tidak boleh menjadi batas bagi anak untuk memiliki cita-cita dan merancang masa depannya.

Bangun Ekosistem yang Suportif

SIMPONI KEREN juga dirancang untuk membangun komunitas yang suportif antara orang tua tunggal dan anak-anak mereka.

Pendekatan lintas sektor menjadi bagian penting dalam pengembangan program. Pemerintah daerah, sekolah, lembaga sosial, dunia usaha serta berbagai pemangku kepentingan dapat berkolaborasi untuk membuka akses terhadap pendidikan, pelatihan keterampilan, beasiswa hingga peluang usaha.

Dengan demikian, SIMPONI KEREN tidak hanya berbicara mengenai persoalan pengasuhan, tetapi juga menyentuh aspek ketahanan keluarga, pengembangan potensi anak, inklusi sosial dan kesetaraan kesempatan.

Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Pada akhirnya, SIMPONI KEREN diharapkan dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap keluarga single parent.

Orang tua tunggal tidak seharusnya dipandang sebelah mata. Mereka tetap memiliki nilai, potensi dan kesempatan yang sama untuk berkembang serta berkontribusi di tengah masyarakat.

Begitu pula anak-anak yang tumbuh dalam keluarga dengan orang tua tunggal. Kondisi keluarga bukan menjadi penghalang untuk tumbuh sebagai generasi yang unggul, berkualitas, percaya diri, mampu bersosialisasi dan berkontribusi dalam pembangunan.

Melalui SIMPONI KEREN, tantangan keluarga single parent diarahkan menjadi kekuatan untuk membangun keluarga yang berdaya sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak untuk tumbuh, bermimpi dan merencanakan masa depan.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending