Terhubung dengan kami

Kab Barru

Ribuan Jamaah Padati Masjid Modern Kurir Langit, Maulid Nabi Jadi Momentum Kebangkitan Spiritual

Dipublikasikan

pada

Seribuan jamaah dari berbagai kalangan memadati pelataran Masjid Modern Kurir Langit dalam perhelatan akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Masjid Modern Kurir Langit,

KATADIA BARRU || Seribuan jamaah dari berbagai kalangan memadati pelataran Masjid Modern Kurir Langit dalam perhelatan akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (3/9/2026) malam.

Mengusung tema “Live Love Rasul”, kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus membangkitkan semangat spiritual masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi ini dihadiri sejumlah tokoh agama, ulama, unsur pemerintah, aparat keamanan, santri, penghafal Al-Qur’an hingga masyarakat umum. Tampak hadir Wakil Dekan Dirasah Islamiyah lil Wafidin Universitas Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Saleh Ahmad Abdul Wahab Abdul Qawiy, serta Dr. H. Erfin Beddu yang dikenal sebagai tokoh dan penceramah televisi nasional.

Selain itu, hadir pula jajaran pejabat dari Pemerintah Kabupaten Barru, Kementerian Haji, Kementerian Agama, Kepolisian, TNI, serta para santri dan penghafal Al-Qur’an yang berbaur bersama ribuan jamaah.

Pengasuh sekaligus Pimpinan Masjid dan Pondok Modern Kurir Langit, H. A. Muhammad Nur Syahid, M.ME, menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial tahunan.

Menurutnya, Maulid harus menjadi momentum bagi umat untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.

“Maulid bukan hanya kegiatan ceremonial, tapi dia adalah momentum spiritual untuk semakin rindu, semakin cinta, semakin dekat dengan Nabi Muhammad SAW, meneladani akhlaknya, mengikuti ajarannya, dan memperjuangkan sunnah-sunnahnya,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.

Pesan tersebut menjadi salah satu inti dari perhelatan yang dikemas dengan berbagai kegiatan keagamaan dan amaliah. Jamaah diajak tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadikan kecintaan kepada Nabi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si, dalam sambutannya turut mengajak masyarakat untuk memperkuat rasa kasih sayang dan menghindari sikap saling menyakiti.

Ia mengatakan, keteladanan Rasulullah SAW dalam menyebarkan kasih sayang harus menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi kehidupan.

“Mari kita saling menyayangi sebagaimana Rasulullah menyayangi kita semua. Cinta dan kasih sayang ini adalah kekuatan untuk berdiri bersama di tengah situasi dan kondisi yang tidak selamanya baik-baik saja. Kita jadikan Maulid ini sebagai spirit dari Rasulullah untuk saling mengasihi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Universitas Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Saleh Ahmad Abdul Wahab Abdul Qawiy, mengingatkan jamaah mengenai sosok Rasulullah SAW sebagai pembawa sekaligus teladan utama dalam kasih sayang.

Menurutnya, Rasulullah menunjukkan akhlak mulia bukan hanya kepada keluarga dan orang-orang terdekat, tetapi juga kepada tetangga, pekerja, hewan, bahkan kepada mereka yang berbeda keyakinan.

“Rasulullah adalah orang paling baik kepada keluarganya, tetangganya, pekerjanya, hewan-hewan bahkan yang berbeda dengannya secara aqidah, semua mendapat sentuhan kasih sayangnya,” ujar Syaikh Saleh.

Pesan tersebut semakin memperkuat tema “Live Love Rasul” yang menjadi ruh utama peringatan Maulid Nabi di Masjid Modern Kurir Langit.

Selain tausiyah, kegiatan juga dirangkai dengan sejumlah agenda keagamaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan 415 hadis selama beberapa hari dari Kitab Syamailunnaby karya Imam At-Tirmidzi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tasmi’ Kubro hafalan 30 juz tanpa melihat Al-Qur’an, pembacaan kitab Maulid Al-Barzanji, serta gema sholawat bersama yang dibawakan para santri TPA dan santri KMI Pondok Modern Kurir Langit.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan peringatan Maulid yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat dengan nilai ibadah, ilmu, dan pembinaan spiritual.

Kebersamaan jamaah semakin terasa melalui tradisi berbagi hadiah Maulid yang mencerminkan kuatnya ukhuwah Islamiyah.

Jamaah bahkan telah berdatangan sejak selepas salat Ashar. Mereka bahu-membahu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga acara berakhir menjelang tengah malam.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut pun ditutup dengan suasana penuh kebersamaan. Jamaah meninggalkan lokasi dengan membawa kesan spiritual mendalam, sekaligus semangat untuk menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending