KATADIA GOWA || Harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur penghubung di wilayah pedesaan mulai mendapat langkah konkret. Peninjauan dan pengukuran lokasi rencana pembangunan Jembatan Merah Putih dilaksanakan di Dusun Pakkolompo, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi tahapan awal dalam proses pengusulan pembangunan jembatan yang selama ini dinantikan masyarakat. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lokasi sekaligus melakukan pengukuran sebagai bahan pendukung rencana pembangunan infrastruktur tersebut.
Proses peninjauan didampingi langsung Babinsa Koramil 1409-02/Parangloe, Serka Arifuddin. Kehadiran Babinsa turut memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Korem, Nathan, Kepala Desa Borisallo Sofyan, Staf Kecamatan Parangloe M. Fajar, Staf Kesra Kecamatan Parangloe Muliati, serta perwakilan masyarakat Dusun Pakkolompo.
Rencana pembangunan Jembatan Merah Putih dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat setempat. Infrastruktur tersebut nantinya diharapkan dapat membuka akses yang lebih mudah bagi warga, khususnya dalam menghubungkan Kampung Pakkolompo dengan Kampung Trans Parangrita.
Selain itu, keberadaan jembatan juga direncanakan menjadi akses penghubung antara Desa Borisallo dan Desa Belapunranga. Dengan demikian, pembangunan jembatan diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Parangloe.
Tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, akses tersebut juga dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian warga. Distribusi hasil bumi dari wilayah pedesaan diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien sehingga dapat mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Peninjauan dan pengukuran lokasi ini menjadi bagian penting dalam mematangkan rencana pengusulan pembangunan. Data kondisi lapangan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses selanjutnya.
Masyarakat Dusun Pakkolompo pun berharap rencana pembangunan Jembatan Merah Putih dapat terealisasi. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya menjadi akses penghubung, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perkembangan ekonomi antarwilayah.
Langkah awal ini sekaligus menunjukkan adanya perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya akses transportasi yang dapat menghubungkan sejumlah kawasan di Kecamatan Parangloe.