Terhubung dengan kami

Makassar

Kekeringan Meluas, BPBD Makassar Perluas Distribusi Air Bersih ke 157 Titik

Dipublikasikan

pada

Pemerintah Kota Makassar terus meningkatkan respons terhadap dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah dengan memperluas distribusi air bersih kepada masyarakat.

KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar terus meningkatkan respons terhadap dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah dengan memperluas distribusi air bersih kepada masyarakat.

Dalam operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) Kekeringan, distribusi air bersih hari ini telah mencapai 157 titik. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang berada di kisaran 30 hingga 70 titik per hari.

Perluasan cakupan distribusi dilakukan sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat kondisi kekeringan.

Tim di lapangan terus melakukan pemantauan dan pemetaan untuk menentukan wilayah yang menjadi prioritas penyaluran.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, SE., MM., CHt (IACT-USA), CI, CNLP, MMMH, mengatakan peningkatan jumlah titik distribusi merupakan bagian dari strategi respons dinamis selama masa tanggap darurat.

“Hari ini distribusi sudah mencapai 157 titik. Jumlah ini akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Prinsip kami, ketika kebutuhan masyarakat meningkat, kapasitas respons pemerintah juga harus meningkat,” kata Fadli.

Menurutnya, penanganan kekeringan tidak dapat dilakukan dengan pola distribusi yang sama setiap hari. Kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat dapat berubah sehingga respons pemerintah harus terus menyesuaikan perkembangan di lapangan.

Operasi distribusi air bersih tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Damkarmat, PMI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), PDAM, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga relawan.

Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mempercepat penyaluran air kepada warga yang membutuhkan.

Dari 30, 70, Kini 157 Titik

Perkembangan jumlah titik distribusi menunjukkan peningkatan respons Pemerintah Kota Makassar dalam menghadapi kondisi kekeringan.

Pada tahap sebelumnya, distribusi air bersih dilakukan di sekitar 30 titik per hari. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 70 titik dan kini telah mencapai 157 titik.

BPBD Kota Makassar memastikan pemantauan terhadap wilayah terdampak terus dilakukan. Penambahan titik distribusi akan mengikuti hasil asesmen lapangan serta tingkat kebutuhan masyarakat.

Fadli menegaskan, distribusi air bersih menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat kekeringan.

“Kami tidak ingin masyarakat menunggu terlalu lama. Air harus sampai kepada warga yang membutuhkan. Karena itu, operasi terus kami perluas berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Makassar juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih agar menyampaikan informasi melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan. Informasi tersebut selanjutnya dapat ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.

Dengan cakupan distribusi yang kini mencapai 157 titik, operasi TDB Kekeringan di Makassar terus diperluas untuk menjangkau semakin banyak masyarakat terdampak.

Pemerintah memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan secara dinamis dengan mengacu pada kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending