KATADIA GOWA || Pembangunan infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1409/Gowa terus menunjukkan progres positif. Pengerjaan talud penahan tanah di Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, ditargetkan mencapai progres fisik 18 persen pada Sabtu (17/10/2026).
Pembangunan talud tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat struktur jalan desa, menjaga kestabilan tanah, serta mendukung kelancaran aksesibilitas masyarakat. Infrastruktur ini juga diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil panen dan menunjang aktivitas sehari-hari warga setempat.
Dalam pelaksanaannya, personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat bergotong royong menyusun pasangan batu dan mengerjakan adukan semen secara bertahap. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi.
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa, Letkol Arm. Sapari, S.Sos., mengapresiasi semangat dan partisipasi seluruh personel serta warga yang terlibat dalam pengerjaan pembangunan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pencapaian target pekerjaan harus berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan kerja di setiap tahapan pembangunan.
“Teruslah bekerja dengan semangat dan kekompakan yang luar biasa. Ingatlah, target pekerjaan bisa dikejar, namun keselamatan jiwa adalah yang utama. Kerjakan dengan hati, kerjakan dengan aman, dan pulanglah selamat setiap hari,” pesannya.
Sapari juga mengingatkan seluruh personel dan masyarakat yang terlibat agar selalu menggunakan alat pelindung diri sesuai kebutuhan, memeriksa kondisi peralatan sebelum digunakan, serta memperhatikan situasi lingkungan kerja.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, beristirahat yang cukup, dan saling mengingatkan untuk menghindari risiko kecelakaan selama proses pembangunan berlangsung.
Menurutnya, kekompakan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menyukseskan program TMMD. Karena itu, semangat gotong royong harus terus dipertahankan tanpa mengabaikan keselamatan dan mutu pekerjaan.
“Kerja keras yang disertai kehati-hatian akan menghasilkan karya yang kokoh dan berkah. Tetap semangat, tetap aman. Keselamatan adalah jalan pulang yang paling penting,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Ismail, mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan program TMMD di wilayahnya. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui pembangunan infrastruktur yang menunjang mobilitas dan aktivitas perekonomian warga.
Melalui pembangunan talud ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa berharap akses jalan desa semakin kuat dan aman, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.(**)