Terhubung dengan kami

Kab.Gowa

Lapas Narkotika Sungguminasa Panen 50 Kilogram Kangkung

Dipublikasikan

pada

Lapas Narkotika Sungguminasa memanen 50 kilogram kangkung hasil pembinaan warga binaan untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Ketahanan Pangan Lapas Narkotika Sungguminasa

GOWA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus memperkuat dukungannya terhadap program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pertanian produktif di lingkungan lapas. Kali ini, sebanyak 50 kilogram kangkung berhasil dipanen dari hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (23/10/2026), untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas.

Panen tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan di bidang pertanian tidak hanya mendorong produktivitas warga binaan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan panen diikuti Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Moh. Ilham Agung Setyawan, bersama Ketua PIPAS Cabang Lapas Narkotika Sungguminasa dan sejumlah pejabat struktural. Program pertanian ini dilaksanakan melalui pembinaan kemandirian yang berada di bawah koordinasi Seksi Kegiatan Kerja.

Hasil panen kangkung tersebut selanjutnya didistribusikan untuk kebutuhan dapur lapas. Pemanfaatan hasil pertanian secara langsung ini menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan secara berkelanjutan.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Moh. Ilham Agung Setyawan, mengatakan bahwa panen kangkung kali ini menunjukkan hasil positif dari pembinaan yang dilaksanakan secara konsisten.

“Alhamdulillah, seperti hari-hari sebelumnya, panen kangkung kali ini kembali berhasil dengan hasil yang baik. Sebanyak 50 kilogram kangkung dapat kita manfaatkan untuk kebutuhan dapur lapas. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan hasil nyata, baik dalam mendukung ketahanan pangan maupun membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat,” ungkap Moh. Ilham.

Menurutnya, kegiatan pertanian di lingkungan lapas memiliki manfaat ganda. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, program tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Melalui kegiatan ini, warga binaan dilibatkan dalam proses budidaya sayuran, mulai dari penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen. Mereka juga dilatih untuk menerapkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja dalam setiap tahapan kegiatan.

Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Moh. Ilham berharap program pertanian tersebut dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi pemenuhan kebutuhan pangan lapas maupun peningkatan kualitas pembinaan warga binaan.

Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan kegiatan kerja yang berorientasi pada hasil nyata, sehingga pembinaan tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi turut menghasilkan produk yang bermanfaat.

Melalui panen 50 kilogram kangkung ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan yang produktif, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pemasyarakatan.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending