KataDIA, Makassar ll Kadis Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Prof. Dr.Muhammad Jufri, S.Psi.M.Psikilogi diwakili Kabid PKLK Dr.H.Basri, S.Pd.M.Pd., membuka Musyawarah Kerja MKKS PKLK SLB Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu 7/7 di Makassar. Musyawarah Kerja yang diikuti Kepala Sekolah SLB Kab dan Kota Sulawesi Selatan, berlangsung tertib dan mematuhi ProKes kesehatan yang begitu ketat.
Dalam sambutan pembukaan, Basri mengatakan perlunya guru-guru dan kepala sekolah SLB menguasai kompetensi Pedagogik, Kepribadian, Sosial dan kompetensi Profesional.
Lanjut kata Basri, keempat kompetensi tersebut, merupakan kemampuan mengerjakan suatu pekerjaan yang berdasarkan perpaduan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan sehingga menjadi pembaharuan kualitatif yang penuh arti.” Kompetensi yang harus dimiliki para guru dan Kepsek SLB se Sulawesi Selatan haruslah tampil nyata dalam bentuk kerja” kata Basri yang menulis Buku Meretas Jalan Menjadi Guru Inspirasi.
Menurut Basri, kompetensi sosial yang dimiliki oleh guru-guru dan Kepsek SLB adalah unik dan punya nilai lebih dari guru-guru yang ada. Maksudnya, kata Basri dengan kompetensi sosial yang dimiliki para guru dan kepsek SLB mampu bersikap inklusif, bertindak obyektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga dan status sosial. “ Tingkat kesabaran para guru-guru SLB sangat tinggi terutama menghadapi anak-anak kita yang berkebutuhan khusus” lanjut Wakil Ketua PGRI Provinsi Sulsel ini.
Karena itu, Basri berharap dengan menguasai kompetensi pedagogik, profesional dan sosial, bukanlah hal yang sederhana, karena itu kualitas guru-guru SLB haruslah di atas rata-rata dan secara terus menerus melakukan pembaharuan atas ilmu pengetahuan yang dimiliki.
Sementara Tokoh Literasi Sulawesi Selatan Bachtiar Adnan Kusuma, menilai dari keempat kompetensi yang disampaikan Basri di depan para guru dan kepala SLB Se Sulawesi Selatan, yaitu perlunya penguasaan kompetensi Pedagogik, Profesional, Kepribadian dan kompetensi Sosial, tidaklah cukup. Tapi harus ditambah dengan Kompetensi Literasi dan Numerasi.
Menurut BAK, hanya dengan kemampuan literasi dan numerasi yang dimiliki guru-guru bisa menjadi guru yang mumpuni. Karena itu, BAK berharap guru-guru SLB seharusnya punya kemampuan melek literasi yang tinggi terutama menjadi guru yang bisa di guguh dan di panuti para siswa, orang tua dan masyarakat.
Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat ini, menilai kalau guru yang mumpuni bisa dilihat sejauh mana mereka mengisi dirinya dengan kemampuan membaca dan menulis yang tinggi.
Di masa sekarang, kita butuh guru-guru yang mumpuni dengan kemampuan literasi dan numerasinya yang tinggi. “ Saya berharap guru-guru SLB Sulsel bisa menjadi guru inspiratif yang memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang tinggi agar bisa menjadi guru yang adaptif dan inovatif” tegas BAK.