Terhubung dengan kami

Pendidikan

Tatap ANBK 2021, SD Bawakaraeng 1 Laksanakan Simulasi

Dipublikasikan

pada

KATADIA, Makassar – Program Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) akan diselenggarakan di sekolah-sekolah SD di kota Makassar. ANBK di sebut-sebut sebagai pengganti ujian nasional. Sebelum ANBK digelar, sekolah melakukan proses simulasi yang diikuti para pengajar dan peserta didik agar mendapat pemahaman dan adaptasi dengan teknologi.

Di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bawakaraeng 1 jalan Bawakaraeng kelurahan Barana kecamatan Makassar kota Makassar tampak guru mengikuti simulasi ANBK di ruang guru dengan protokol kesehatan. Tahun 2021 ini, sebanyak 30 peserta didik SDN Bawakaraeng 1 mengikuti ANBK.

Salah satu guru bernama Sri Adhayani, S.Pd mengatakan kegiatan simulasi di SDN Bawakaraeng 1 hari ini merupakan simulasi ANBK gelombang pertama  yang dilaksanakan 2 hari, 18-19 Oktober 2021. “Kalau peserta ANBK hanya yang kelas 5, yang wajib ikut 30 orang cadangan 5. Tapi kalau guru semuanya ikut ANBK,” kata Sri Adhayani guru kelas 5, Senin 18 Oktober.

Sri yang juga proktor ANBK SDN Bawakaraeng 1 menuturkan, materi simulasi hari pertama yaitu literasi dan survey karakter, hari berikutnya materi numerasi dan survey lingkungan. Sebelum hari H penyelenggaraan ANBK akan dilaksanakan gladi AN untuk gelombang pertama pada 25-26 Oktober.

Seperti diketahui, di bawah kepemimpinan Alphian Sahruddin, S.Pd M.Pd selaku Plt Kepala UPT SPF SDN Bawakaraeng 1, fokus melakukan pembenahan sekolah sebagai langkah mendukung terciptanya mutu proses belajar mengajar (PBM) serta kualitas iklim satuan pendidikan. Di antaranya, perbaikan sarana prasarana sekolah sebagai infrastruktur penunjang dan pembenahan instrumen tata kelola administrasi sekolah.

Dilansir dari website Kemdikbud, Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Asesmen Nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

AKM bertujuan untuk mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif. Survei Karakter untuk mengukur sikap, kebiasaan, nilai -nilai (values) sebagai hasil belajar non kognitif. Survei Lingkungan Belajar untuk mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran. (@Ru5)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending