Terhubung dengan kami

DAERAH

Warga Bone DiGegerkan adanya Aliran Diduga Sesat

Dipublikasikan

pada

KATADIA, WATAMPONE || Warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan digegerkan dengan adanya aliran diduga sesat yang menjalankan ritual membawa sesajen hingga pengikutnya dituding tidak berkewajiban menjalankan puasa. Video acara ritual tersebut beredar luas di masyarakat.

Kejadian itu terjadi di salah satu rumah warga di Lingkungan Benteng, Kelurahan Lonrae, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone pada Sabtu (1/4) kemarin.

Dalam video tersebut, terlihat sekelompok orang berpakaian adat berwarna hijau merentangkan karpet berwarna merah di jalan setapak.

Tak lama setelah itu, seorang yang berpakaian baju adat berwarna oranye keluar dari rumah dengan dipayungi dengan payung kebesaran berwarna emas.

Dalam video, terdengar suara wanita berbahasa bugis berkata: “Iya Tau Manurunnge lo di ita (Itu orang titisan dari langit yang mau dilihat).” sembari mengucapkan “Astaghfirullah” berulang kali.

Lurah Lonrae Andi Aynal Qitri membenarkan kejadian tersebut dan mengaku masyarakat setempat dibuat geger atas adanya pelaksanaan ritual tersebut.

Pasalnya pemilik rumah yang menggelar ritual itu membawa sesajen yang dibawa ke laut.

Terkait tudingan aliran tersebut tidak mewajibkan pengikut berpuasa, pihaknya masih mendalami.

Namun Aynal mengatakan beberapa warga melihat beberapa orang yang menggelar ritual saat itu tidak berpuasa.

Aynal telah menindaklanjuti laporan warga terkait aliran diduga sesat itu. dikutip dari laman Detiksulsel.com

Bhabinkamtibmas, babinsa, kantor urusan agama (KUA) hingga aparatur pemerintah setempat meminta keterangan pemilik rumah yang menggelar ritual tersebut.

Menurut keterangan dari Kepala KUA setempat, pernah didalami sebelumnya sehingga belum bisa dikatakan aliran sesat.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending