Terhubung dengan kami

DAERAH

Pasar Malam APKLI di Desa Mario: Dampak Positif bagi Ekonomi dan Pedagang

Dipublikasikan

pada

KATADIA,BONE || Pemulihan ekonomi nasional yang digelar oleh Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) melalui DPD APKLI Perjuangan Kabupaten Bone di Lapangan Sepak Bola Lacenno mulai dirasakan oleh warga masyarakat, terutama para pedagang yang selama ini mengalami sepi pembeli di sepanjang jalan poros Mario ke beberapa desa tetangga. Dampak positif dari pemulihan ekonomi ini telah mulai terlihat.

Sebelum adanya pasar malam APKLI, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sulit pulih dengan angka pertumbuhan hanya mencapai 25 persen. Biasanya, para pedagang kaki lima tutup sejak jelang magrib karena kurangnya warga yang beraktivitas di malam hari. Namun, setelah ada kegiatan pasar malam Desa Mario, situasinya berubah. Kini, para pedagang kaki lima mulai merasakan peningkatan pengunjung menjelang magrib, bukan hanya dari warga setempat, tetapi juga dari beberapa desa tetangga.

Fitri, seorang pedagang kelontong berusia 35 tahun di jalan poros Mario, menyampaikan, “Setelah adanya pasar malam, ramai jelang magrib, bukan hanya warga setempat, tapi juga beberapa warga desa tetangga datang sekadar untuk membawa keluarga berlibur dan menikmati berbagai macam kuliner serta wahana permainan yang cukup merakyat. Setelah para pengunjung ini pulang, ada yang singgah belanja di tempat kami.”

Dampak positif juga dirasakan oleh Nandar, seorang pedagang martabak yang baru bergabung dalam event APKLI ini. Antusiasme masyarakat dalam berbelanja kuliner sangat menjanjikan. Nandar bahkan harus berjibaku dengan puluhan warga yang antre menunggu pesanan martabak dan kue terang bulan pada Sabtu malam, 27 Mei 2023.

Muh Aris, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Mario, berharap kegiatan pemulihan ekonomi di desa ini dapat terus dilanjutkan untuk memenuhi rasa rindu masyarakat akan hiburan dan sajian aneka macam kuliner, makanan, dan minuman. Selama sepuluh tahun terakhir, baru kali ini ada kegiatan hiburan rakyat di desa ini.

“Mewakili segenap warga masyarakat Mario, kami mengharapkan APKLI Perjuangan Kabupaten Bone tetap melanjutkan kegiatannya dengan meminta rekomendasi dari Forkopimca Kecamatan Dua Boccoe dan Polres Bone,” kata Aris.

Surianto, seorang aktivis LSM Alakomai Group Indonesia, juga memberikan pernyataan bahwa Desa Mario membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah untuk segera memperbaiki sarana dan prasarana

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending