Senin, April 15, 2024

Bahas Soal Perkembangan Pendidikan, Pengurus Dewan Pendidikan Gelar Sosialisasi

KataDia, Watampone – Pengurus Dewan Pendidikan : Drs. H. A. Massepirang, M.Si, Farida Hanafing, ST dan Mastiawati, SH melakukan pertemuan bersama penentu kebijakan pendidikan di Kec. Ulaweng. Yang terdiri dari Pengurus K3S, Pengawas Pendidikan Kecamatan, Kepala Sekolah TK, SD, SMP dan Ketua Komite sekolah., Sabtu (31/10/2020)

Sekretaris Dewan Pendidikan Drs. H. A. Massepirang, M.Si memberikan penjelasan perkembangan pendidikan di Indonesia, pendidikan bermutu seperti apa yang diharapkan oleh masyarakat, tuntutan global keterampilan siswa di abad 21, agenda global pembelajaran di Abad 21, apa yang harus dilakukan oleh sekolah, penjaminan mutu pendidikan, peran serta masyarakat, apa dewan pendidikan itu, mengapa dewan pendidikan dab komite sekolah lahir, hakikat dan fungsi dewan pendidikan, tugas dewan pendidikan, perbandingan dengan board of education di Amerika Serikat,

Unsur – unsur pengurus dewan pendidikan, kedudukan dewan pendidikan dalam pendidikan Nasional, dimensi mutu pendidikan, proses pemilihan pengurus dewan pendidikan, proses pemilihan pengurus komite sekolah, pengawasan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan oleh dewan pendidikan dan komite sekolah,

Jadi kesimpulannya,
1. Kelahiran DPKS merupakan pengejawantahan dari pelaksanaan desentralisasi dan otonomi pendidikan.
2. DPKS merupakan wadah peran serta masyarakat untuk menyalurkan aspirasi masyarakat dalam bidang pendidikan.
3. Fungsi dan tugas DPKS dilaksanakan berdasarkan prinsip kebersamaan dan kesetaraan dengan lembaga eksekutif.

Para peserta sosialisasi, sangat merespon positif kehadiran Dewan Pendidikan. Berharap DP menjadi jembatan untuk berbagai masalah yang muncul di dunia pendidikan.

Berbagai masalah yang ada selama ini disampaikan oleh peserta. Mulai dari Ketua K3S, Dewan Pengawas, para Kepala Sekolah dan juga Ketua Komite menyampaikan keluhannya.

Salah satu hal yang paling diharapkan untuk segera diberi solusi adalah kapan pembelajaran off line bisa secara resmi dilakukan. Begitu banyak kendala yang dihadapi. Bahwa tidak semua siswa memiliki hp untuk bisa mengikuti pembelajaran secara daring. Atau mungkin memiliki hp, namun mereka kesulitan dengan paket data. Apalagi masalah jaringan. Kami sangat menyadari tadi di lokasi. Jaringan sangat tidak mendukung.

Semoga harapan besar yang diberikan kepada Dewan Pendidikan bisa membuat pengurus berusaha memberi solusi terbaik dengan bersama – sama stake holder lainnya mencari jalan terbaik.

Setelah audiensi bersama bapak Bupati dan jajarannya beberapa waktu lalu, Dewan Pendidikan telah meminta waktu untuk audiensi bersama DPRD Kab. Bone.

Ada beberapa hal yang penting untuk dibahas bersama. Setelah 17 kecamatan telah diadakan sosialisasi dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

 

Laporan Andi Syafri Azis

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles