Rabu, April 17, 2024

Penjual Somay ini Agung Supriatna Berharap Covid-19 Segera Berlalu

KATADIA,MAKASSAR || Kehadiran kampus Unismuh Makassar di Talasalapang Makassar membawa efek bagi berbagai kalangan untuk mencari rezeki sesuap nasi.

Pada sekeliling kampus menjamur usaha jasa pengetikan, foto copy makanan dan minuman, kost dan masih banyak lagi usaha jasa lainnya.

Pemandangan pada siang dan malam para pedagang kaki lima menjajakkan jualan mulai dari penjual nasi kuning, es kelapa, bakso, es teler da lainya.

Salah, seorang diantara pegadang kaki lima itu adalah Agung Supriatna, pedagang somay keliling yang sering mangkal di depan kampus Unismuh pada siang hari.

Sosok Agung mampu bertahan hidup di antara gempuran jajanan asing yang kini telah banyak viral. Dia seorang perantau dari pulau Jawa, beliau menyelesaikan pendidikan nya hanya sampai di sekolah dasar.

Beliau memiliki dua orang anak yang mana satunya sudah menikah dan yang satunya lagi masi berada di bangku SMA. Dia Beliau tinggal seorang diri di rumah kontrakan di Minasaupa Makassar.

Sebelum berjualan somay keliling, Dia seorang pekerja di Citraland tepatnya di Kampung Tani, dan setelah beliau berhenti bekerja ia mulai merintis menjual somay hasil buatannya sendiri.

Agung mulai merintis usaha menjual somay sejak 2018 silam, dagangannya itu dia olah dan racik sendiri sehingga somay tersebut memiliki ciri khas yang berbeda diantara jenis somay lainnya.

Dia menyiapkan semuanya mulai dari pukul 04:00 Wita,pagi dan mulai berjualan pukul 09:00 – 18:00 sore. Agung menjual banyak jenis rasa somay, yaitu somay keju, telur, mercon dan juga somay urat.

Penghasilan yang diperoleh dari berjualan somay lumayan banyak perharinya bisa menghasilkan Rp.1.000.000 – Rp. 1,500.000.

Namun saat Covid-19, Agung mengalami penurunan yang drastis, dan bisa di katakan ia sedikit kewalahan untuk mendapatkan kembali modal yang akan di pakai untuk berjualan.

Covid-19 berdampak besar bagi sekian banyak pedagang yang hidup atas hasil dagangannya sendiri, seperti Agung yang tetap bekerja keras demi menghidupi keluarganya dan dirinya sendiri.

Dia juga berharap Covid-19 ini segera berakhir dan berlalu agar aktivitas kampus kembali normal, karena ia berhara dagangannya akan laris lagi ketika kegiatan belajar di kampus mulai normal aktif pembakaran di ruang kelas.

 

 

 

 

Laporan : Meydine Humairah
Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles