Terhubung dengan kami

Pendidikan

Mahasiswa Sentra Layanan UT Wajo Studi Banding ke Kantor Kejati Sulsel, PT Bosowa dan Tribun Timur

Dipublikasikan

pada

KATADIA,MAKASSAR. || Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Terbuka (UT), dari Sentra Layanan UT (SALUT) Wajo selama dua hari, 19-20 Oktober 2022 melakukan studi banding ke kantor pemerintah dan swasta yang ada di Makassar.

Rombongan mahasiswa ini didampingi oleh Manager SALUT Wajo, M. Ilham Agus Salim, SH di dampingi beberapa tenaga administrasi SALUT Wajo.

Selama berada di Kota Daeng sebutan lain Makassar rombongan mahasiswa UT dari Prodi Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi dan Administrasi Publik akan berkunjung ke Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulsel PT Bosowa dan Kantor Redaksi Harian Tribun Timur Makassar

Sebelum menuju lokasi studi banding dan kunjungan ke obyek wisata lainnya, para mahasiswa UT asal Wajo ini diterima dan dilepas di Kantor UT Makassar, Rabu pagi 19 Oktober 2022 oleh Penanggungjawab Marketing, Kerjasama, Sosprom, Humas dan Alumni, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE MM, mewakili Direktur UT Makassar, Drs Hasanuddin, M.Si

Prof Rahman didampingi Manager Bantuan Belajar dan Bahan Ajar UPBJJ – UT Makassar, Dra Kusmaladewi, M.Pd, Penanggung Jawab Layanan Mahasiswa Makassar dan Maros, Drs Rustam, M.Pd dan Penanggung Jawab Layanan Mahasiswa Wajo, Bone, Soppeng dan Sinjai, Dra. Kadariah, M.Pd

Saat memberi sambutan Prof A.Rahman mengatakan, para mahasiswa UT harus memiliki kepercayaan diri yang besar dalam berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Kuliah di UT menjadi pilihan dan kebanggan bagi para mahasiswa, ’’ Kuliah di UT sesuai dengan gayamu dan uangmu ’’. UT diberi amanah dan tugas oleh negara menjangkau yang tidak terjangku untuk lanjut studi perguruan tinggi.

UT kampus negerui dengan terknologi digital terdepan dengan kualitas luaran yang tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri lainnya. Para mahasiswa UT senantiasa dituntut melakukan pembelajaran secara mandiri dan sungguh sungguh.

Prof Rahman juga meminta para mahasiswa agar jas almamater setiap ada acara resmi di kampus harus di pakai memperkenalkan diri, jangan hanya jas almamater ini dipakai saat studi banding sesudah itu dicuci dan dilipat di lemari. Malah kalau bisa jas almamater itu setiap semester di ganti yang baru.

Percaya diri yang kuat selaku mahasiswa UT harus senantiasa diperlihatkan dan ditampilkamn, bahwa kampus UT selaku Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ke-45 dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia mencapai 400 ribu lebih menyebar di seluruh Indonesia dan pada 50 negara.

Jumlah mahasiswa yang mencapai ribuan tentu akan semakin memberi semangat dan percaya diri dibanding dengan mahasiswa kampus
dibandingkan PTN/PTS lainnya
dengan mahasiswa yang tidak mencapai ratusan ribu.

Perbanyaklah melakukan kegiatan atas nama kampus, seminar, lokakarya dan kegiatan akademik termasuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan tetap mempopulerkan simbol simbol kampus UT, kata Guru Besar Manajemen Prodi S3 Manajemen UT ini.

Studi banding ini akan menambah pengetahuan dan wawasan dalam keilmuan, seperti misalnya prodi ilmu hukum, lewat studi banding ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel, akan memberi wawasan dan pemahaman akan peran dan fungsi lembaga yang menangani penegakan hukum di negara ini.

Kunjungan ke Bosowa Group juga akan dapat menyaksikan langsung bagaimana praktek/aktifitas bisnis yang dikembangkan oleh perusahaan tergolong multinasional ini, dan sejauh mana pemanfaatan teknologi digital dalam mengembangkan bisnis mereka termasuk dalam costumer service.

Selain itu tentu akan menambah pengalaman karena akan lebih banyak berjalan menyaksikan dan melihat dari dekat obyek wisata yang akan di kunjungi area CPI Makassar serta Benteng Rotterdam Makassar.

Kunjungan di CPI juga akan menyaksikan dan melihat langsung bagaimana seorang pengusaha yang memiliki visi bisnis kuat oleh pendiri dan pemilik Citra Land dengan tageline mereka “merubah kotoran menjadi emas “.***

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending