Kamis, Mei 30, 2024

Hasil Autopsi: Tidak Ada Kekerasan pada Siswa SPN Kemiling di Polda Lampung

KATADIA,LAMPUNG SELATAN || Dalam upaya mencari kejelasan mengenai kematian seorang siswa SPN Kemiling di Polda Lampung, pihak berwenang telah melakukan autopsi terhadap jenazah Advent Pratama Telambanua.

Hasil autopsi yang disampaikan oleh Dokter ahli Forensik RSUP Hi Adam Malik, Medan, Dr. Nasib M Situmorang pada konferensi pers yang diadakan pada Senin, 28 Agustus 2023, di Siger Lounge Polda Lampung, memberikan penjelasan lebih mendalam.

Jenazah Advent Pratama Telambanua awalnya dibawa ke RSUP Hi Adam Malik, Medan, pada Rabu, 16 Agustus 2023, sekitar pukul 22.30 WIB atas permintaan keluarga.

Keluarga korban berencana membawa jenazah ke Nias, Sumatera Utara, melalui jalur laut. Oleh karena itu, mereka memohon agar autopsi segera dilakukan agar jenazah tidak perlu bermalam lagi di Sibolga.

RSUP Hi Adam Malik, Medan, menerima permintaan untuk melakukan autopsi dari Ditreskrimum Polda Lampung.

Autopsi dilaksanakan pada tengah malam, tepatnya pukul 00.00 WIB pada Kamis, 17 Agustus 2023. Selama proses autopsi, beberapa luka ditemukan di tubuh korban.

Luka-luka ini meliputi luka di tangan, punggung tangan, dagu, bibir, dan di kening, yang semuanya merupakan luka baru.

Selain itu, juga ditemukan luka pada punggung tangan kanan dan kiri serta pinggang belakang, yang merupakan luka lama.

Namun, hasil pemeriksaan lebih lanjut pada bagian dalam tubuh menunjukkan bahwa jenazah mengalami pembesaran jantung.

Oleh karena itu, dilakukan pemeriksaan patologi anatomi yang menghasilkan temuan tentang kondisi Iskemia.

Dokter Nasib menjelaskan secara tegas bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, penyebab kematian korban adalah penyakit jantung yang dideritanya. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kekerasan fisik berkontribusi pada kematian tersebut.

Temuan dari hasil autopsi ini menjadi poin penting yang memberikan klarifikasi terhadap kasus meninggalnya siswa SPN Kemiling.

Hal ini penting untuk meredakan spekulasi dan kekhawatiran dalam masyarakat serta memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai penyebab kematian korban.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles