Kamis, Februari 29, 2024

Proyek Bola Soba Mandek: Kontroversi Penghentian Kontrak dan Dugaan Korupsi

KATADIA,BONE || Proyek pembangunan Bola Soba di Kabupaten Bone menuai kontroversi setelah Lembaga Masyarakat Rakyat Indonesia (LMR-RI) Kabupaten Bone mengeluarkan pernyataan kritis terkait penghentian sementara kontrak oleh Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Bone. Rabu 09 Agustus 2023

Dalam pernyataannya, Ketua Komda LMR-RI Kabupaten Bone, Sry, mengecam tindakan penghentian kontrak oleh BMCKTR sebagai “langkah yang merugikan.” Sry menduga bahwa keputusan tersebut adalah kesalahan besar yang dilakukan oleh BMCKTR dan memicu pertanyaan tentang transparansi dalam proses pembangunan.

Sry menyoroti bahwa pihak LMR-RI Kabupaten Bone telah melakukan serangkaian tindakan untuk menyoroti masalah ini. Langkah pertama adalah mengirim surat kepada Inspektorat Kabupaten Bone dengan nomor surat 003/LMR-RI/KM-BN/VII/2023, yang memulai serangkaian proses untuk memahami alasan di balik penghentian proyek tersebut.

Selain itu, pihak LMR-RI juga telah mengadakan pertemuan dengan Ketua DPRD Bone dan berencana untuk mengambil tindakan lebih lanjut di tingkat yang lebih tinggi.

Ketua Komda LMR-RI Kabupaten Bone menduga adanya tindakan melawan hukum yang terjadi dalam hal ini. Ia mencatat bahwa Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bone seharusnya mengambil tindakan pemutusan kontrak sepihak berdasarkan ketentuan bahwa kontraktor harus mematuhi deviasi konstruksi tidak lebih dari 5%.

Namun, dalam kasus ini, tidak ada tindakan tegas yang diambil terhadap CV.Megah Jaya sebagai penyedia jasa, yang dianggap sebagai indikasi ketidakberlanjutan proyek.

Pentingnya persiapan dan klarifikasi sebelum menetapkan pemenang tender juga ditekankan oleh Sry. Ia menyatakan bahwa seharusnya proses klarifikasi ini mengidentifikasi apakah pemenang tender memiliki kemampuan untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan kontrak yang ada.

Sry mengkritik kebijakan BMCKTR yang menghentikan sementara proyek berdasarkan alasan Force Majeure, yang menurutnya merupakan pembenaran yang lemah.

Proyek pembangunan Bola Soba, yang memiliki nilai kontrak sebesar 10,7 juta, sedang mengalami kondisi kritis dengan nol progres.

Keterlambatan dalam proyek ini disebut disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk keterbatasan ketersediaan material dan bahan yang diperlukan.

Sry menekankan bahwa alasan-alasan seperti ini tidak boleh menjadi pembenaran untuk penghentian kontrak, terutama tanpa langkah-langkah yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut.

Tidak ada tanggapan resmi yang diberikan oleh pihak BMCKTR Kabupaten Bone terkait kritikan yang diajukan oleh LMR-RI Kabupaten Bone.

Namun, pernyataan kontroversial ini telah menimbulkan pertanyaan serius tentang proses pembangunan proyek di Kabupaten Bone dan memunculkan pembicaraan tentang transparansi dan akuntabilitas di antara para pemangku kepentingan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles