KATADIA,MAKASSAR || Inovasi Ketahanan Komunitas Inanta, dalam kerjasama dengan CWS Indonesia dan dengan dukungan hibah dari Australia, melakukan audiensi yang signifikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar pada Selasa,19 September 2023.
Tujuan dari audiensi ini adalah untuk membahas kerjasama serta meminta dukungan terkait implementasi program tahunan pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim di Kota Makassar, khususnya dalam mengatasi risiko bencana banjir yang terus melanda wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana PBB Kota Makassar, Ahmad Hendra Kamudin, dengan antusias menyambut baik inisiatif kerjasama dari Inovasi Ketahanan Komunitas Inanta.
Menurutnya, kolaborasi ini adalah langkah yang sangat positif, di mana pemerintah kota dapat bekerja sama dengan pihak swasta dan organisasi masyarakat dalam meningkatkan kemandirian masyarakat saat menghadapi bencana alam.
Dalam pertemuan ini, Inovasi Ketahanan Komunitas Inanta, yang diwakili oleh perwakilan yayasan, menyampaikan niat mereka untuk berkerjasama dengan pemerintah kota, terutama BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup, dalam melakukan kajian wilayah yang rentan terhadap bencana di Kota Makassar. Fokus utama kajian ini adalah mengidentifikasi area yang rentan terhadap banjir di dua Kecamatan, yaitu Eee dan Ramalanrea.
Pentingnya kajian ini adalah melibatkan partisipasi dan interaksi langsung dengan masyarakat setempat. Dengan melibatkan warga setempat, diharapkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana banjir dapat ditingkatkan, sehingga risiko bencana dapat diminimalkan.
Menurut data dari Badan Meteorologi (BM) Pusat, kejadian bencana di Kota Makassar sepanjang tahun ini mengalami perubahan pola. Mulai dari Januari hingga Juni, dominasi bencana adalah banjir dan longsor, serta cuaca ekstrem. Namun, saat memasuki bulan Juli, Agustus, dan September, kejadian bencana yang paling banyak terjadi adalah kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan hijau.
Kerjasama antara Inovasi Ketahanan Komunitas Inanta, CWS Indonesia, dan pemerintah kota diharapkan akan membawa perubahan positif dalam mengatasi berbagai tantangan terkait bencana alam dan perubahan iklim di Kota Makassar. Ini adalah langkah yang penting menuju ketahanan komunitas yang lebih baik dan perlindungan yang lebih efektif bagi warga kota Makassar.