KATADIA,BONE || Kementerian Pertanian terus berkomitmen untuk memajukan pertanian Indonesia ke arah yang lebih mandiri dan modern. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyatakan hal ini dalam acara Gerakan Nasional (Gernas) Penanganan El Nino di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa (19/9).
Dalam sambutannya, SYL mengingatkan pentingnya tidak lengah dalam memastikan ketersediaan pangan dalam negeri, terutama dalam menghadapi ancaman El Nino dan krisis pangan global. Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi padi dengan strategi yang lebih inovatif.
SYL juga menyoroti krisis pangan global yang saat ini melanda 89 negara, yang menghadapkan mereka pada ancaman kekurangan makanan. Langkah-langkah untuk mengatasi hal ini termasuk percepatan penanaman padi di seluruh Indonesia, yang menjadi dasar diadakannya Gernas Penanganan El Nino di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Bupati Bone, Andi Fahsar Madin, menyampaikan rasa terima kasihnya atas upaya Kementerian Pertanian dalam menjaga produktivitas pertanian di daerahnya. Bone telah mencatatkan diri sebagai salah satu sentra produksi beras terbesar keempat di tingkat nasional pada tahun 2022, berkat berbagai program seperti tanam dan panen padi empat kali setahun (IP400), peningkatan produksi, mekanisasi, dan akses KUR.
Menghadapi perubahan iklim, Kementan akan mengembangkan budidaya padi inbrida seluas 500.000 hektar di 10 Provinsi untuk mengantisipasi dampak El Nino. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, juga menekankan peningkatan indeks pertanaman sekitar 16.000 hektar yang akan dipanen pada Desember 2023 di Bone. Selain itu, Bone akan menjadi daerah percontohan Gernas El Nino yang dikelola secara terpadu dari hulu hingga hilir.
Mentan SYL juga melakukan praktek pembuatan Biosaka, yang telah dilakukan di 35 Kabupaten dan 18 Provinsi sebagai upaya peningkatan produktivitas pertanian yang berkelanjutan.
Laporan A.Syafri Azis