Kamis, Februari 29, 2024

Monitoring dan Evaluasi Menjadi Fokus Utama dalam Percepatan Penurunan Stunting

KATADIA,BARRU || Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, SH, MM, menegaskan pentingnya monitoring dan evaluasi sebagai elemen krusial dalam mendampingi keluarga.

Hal ini diungkapkan dalam sesi monitoring dan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan Satgas Stunting di tingkat Kabupaten Barru, yang berlangsung di Aula Kantor DPMDPPKBP3A Kabupaten Barru pada 21 September 2023.

Shodiqin menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Sulawesi Selatan masih tinggi, meskipun terdapat penurunan kecil berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, yang menunjukkan angka 27,2 persen, turun 0,2 persen dari tahun sebelumnya, yakni 27,4 persen pada tahun 2021.

“Kabupaten Barru berhasil menurunkan angka prevalensi stunting secara signifikan, mencapai 12,3 persen dari 26,4 persen pada tahun 2021 menjadi 14,1 persen pada tahun 2022,” ujar Shodiqin.

Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi ini penting sebagai pedoman pelaksanaan untuk mencapai indikator kinerja program dan kegiatan yang dilakukan oleh TPK, TPPS, dan Satgas di setiap wilayah, berdasarkan Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Stranas PPS) dan Rencana Aksi Nasional Pemantapan Aksi Stunting (RAN PASTI).

Di sisi lain, Kabid Pengendalian Penduduk dan KB DPMDPPKBP3A Kabupaten Barru, Hj. Muliana, SKM, M.Kes, menjelaskan salah satu program unggulan Kabupaten Barru dalam Percepatan Penurunan Stunting adalah program “Mpok Darti”.

Program ini merupakan inovasi yang bertujuan untuk mengakselerasi penurunan angka stunting melalui perubahan perilaku hidup sehat dengan pendekatan sensitif berbasis masyarakat.

“Melalui tugas Mpok Darti, kami memberikan pendampingan kepada anak-anak yang mengalami stunting. Kami memberikan edukasi bersama Tim Penggerak PKK kepada orang tua dan memastikan asupan gizi yang baik, termasuk asupan telur bagi anak-anak yang terkena stunting,” ungkap Muliana.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan koordinasi dan efektivitas program-program yang bertujuan untuk menekan angka stunting di Kabupaten Barru serta mengevaluasi langkah-langkah yang telah diambil guna mencapai hasil yang lebih optimal.

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles