Rabu, Februari 21, 2024

Ditpolairud Polda Sultra Utamakan Kemanusiaan dalam Penanganan Insiden Penembakan

KATADIA, MAKASSAR || Direktorat Polisi Udara dan Air Polda Sulawesi Tenggara (Ditpolairud Polda Sultra) tetap berkomitmen untuk mengedepankan sisi kemanusiaan dalam penanganan insiden penembakan empat nelayan di sekitar Pulau Cempedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan pada Jumat, 24 November 2023.

Pasca kejadian tersebut, Kombes Pol Faisal F Napitupulu selaku Dir Polairud secara langsung memeriksa korban dan mengawal seluruh proses penanganan keempat nelayan tersebut. Bersama jajarannya, Kombes Pol Faisal memantau proses perawatan, otopsi, hingga penguburan kedua nelayan yang menjadi korban.

Ditpolairud Polda Sultra juga tak hanya sebatas memberikan bantuan sembako, namun berjanji memberikan santunan kepada keluarga nelayan yang terkena dampak.

Pihak Ditpolairud Polda Sultra telah beberapa kali bertemu langsung dengan keluarga nelayan, menyampaikan duka yang mendalam, dan mengecam terjadinya insiden yang merenggut nyawa dua warga Desa Cempedak.

Kombes Pol Faisal menegaskan koordinasi dengan Karumkit Bhayangkara untuk memberikan pelayanan medis terbaik kepada korban, termasuk melibatkan dokter-dokter terbaik dalam penanganan.

Menanggapi permintaan istri almarhum Maco untuk mengembalikan perahunya, Kombes Pol Faisal menyatakan bahwa untuk sementara waktu akan dibuat surat pinjam pakai. Bantuan sembako juga telah diserahkan kepada keluarga dan masyarakat nelayan di Pulau Cempedak.

Ia mengungkapkan bahwa pada tanggal 1 Desember 2023, bertepatan dengan peringatan HUT POLAIRUD yang ke-73, pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga nelayan.

Komitmen juga ditegaskan untuk menuntaskan kasus ini. Langkah-langkah persuasif dilakukan dalam mencegah kegiatan pencarian ikan dengan menggunakan bahan peledak, seperti pemberian bantuan rompong kepada masyarakat Desa Saponda di Pulau Saponda.

Kepala Desa Cempedak, Sapirudin, menyambut baik niat baik Ditpolairud Polda Sultra dalam memberikan bantuan sosial di Desa Cempedak, sambil bersilaturahmi dengan keluarga korban.

Sebagai wakil keluarga korban, Sarwan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak Polda Sultra dan meminta perlindungan bagi Ilham dan Ucok agar tidak terganggu secara psikologis.

Kejadian tersebut bermula dari informasi Ditpolairud Marnit Konawe Selatan tentang adanya nelayan yang membawa bahan peledak saat mencari ikan. Dua personel Marnit Konawe Selatan menindaklanjuti informasi tersebut, namun insiden penembakan terjadi karena perlawanan dari keempat terduga pelaku.

Insiden ini menyebabkan dua nelayan, Maco dan Putra, meninggal dunia, sementara Ilham dan Ucok, yang sempat dirawat, kini telah pulih.

 

 

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles