Kamis, Februari 29, 2024

Pemantauan Harga Pangan oleh Pejabat Daerah di Pasar Cekkeng, Bulukumba

 KATADIA,BULUKUMBA || Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, bersama Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, melakukan pemantauan stok dan harga pangan di Pasar Cekkeng, Kota Bulukumba pada Sabtu, 23 Desember 2023.

Dalam pemantauan tersebut, beberapa harga pangan menjadi sorotan utama.

Harga beras varian seperti beras Bromo tercatat sebesar Rp12 ribu per liter, beras asal Bantaeng Rp10 ribu per liter, dan beras Bulog dengan harga Rp8.700 per liter atau Rp10.900 per kg.

Sementara itu, bawang merah dijual seharga Rp25 per kg, bawang putih mencapai Rp33 ribu per kg, dan cabai rawit berkisar antara Rp80 hingga Rp90 ribu per kg.

Salah seorang pedagang, Syahrul, mengungkapkan kejutannya terhadap kenaikan harga cabai yang sebelumnya hanya Rp40 ribu per kilogram. Menurutnya, harga cabai saat ini telah mencapai Rp80 ribu per kilogram.

Pedagang ikan, Suardi, juga mengamati penurunan harga ikan tertentu seperti ikan layang yang dijual seharga Rp15 ribu per genggam, sementara ikan tersebut biasanya dijual per kilogram.

Bahtiar Baharuddin menegaskan bahwa meskipun ada kenaikan harga cabai, harga bahan makanan pokok relatif stabil. Dia juga menyatakan penurunan harga ikan, khususnya bandeng dan ikan kembung, yang memiliki pengaruh terhadap inflasi.

Namun, ia menyoroti cabai rawit sebagai faktor utama yang konsisten tinggi harganya.

Terkait hal ini, Bahtiar Baharuddin menekankan perlunya pengaturan harga cabai agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Ia menyoroti bahwa harga cabai yang melonjak tidak hanya memberikan keuntungan bagi penjual, namun juga menyulitkan konsumen.

Sehingga, pengaturan harga cabai menjadi krusial untuk menghindari dampak inflasi yang berlebihan.

Di sisi lain, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, memastikan bahwa harga dan stok pangan masih stabil dan terjangkau.

Dia optimistis bahwa harga cabai akan kembali normal dalam tiga bulan ke depan, yakni berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kg.

Hal ini berkat upaya-upaya seperti gerakan menanam cabai bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah dijalankan.

Pejabat dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Bulukumba, Muhammad Mahfud, juga memberikan kontribusinya dengan mengumumkan bahwa Bulog telah menggelontorkan sekitar 30 ton beras setiap minggunya di Pasar Cekkeng guna menekan inflasi.

Dia menegaskan bahwa stok pangan di Bulukumba saat ini cukup memadai.

Dengan adanya langkah-langkah konkret yang diambil oleh pemerintah daerah dan Bulog, diharapkan situasi harga pangan, khususnya cabai, dapat segera stabil dan terjangkau bagi masyarakat Bulukumba. Hal ini juga menjadi langkah strategis dalam mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles