Senin, Februari 26, 2024

Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Pembinaan Ketahanan Remaja: Kunci Generasi Unggul Sulawesi Selatan

KATADIA,MAKASSAR ||  Perwakilan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan bersama Komisi IX DPR RI menggelar sesi sosialisasi advokasi dan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) pencegahan stunting di Hotel M Regency, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar. Jumat,15 Desember 2023,

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku keluarga dan remaja terhadap program Bangga Kencana serta mempercepat penurunan kasus stunting dengan integrasi edukasi yang efektif, konvergen, dan terintegrasi.

Hal ini dilakukan melalui dukungan dan komitmen dari pemangku kepentingan dan penentu kebijakan, serta melibatkan lintas sektor di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota.

Dalam sosialisasi ini, pembinaan ketahanan remaja menjadi fokus utama sebagai bagian dari kebijakan pembangunan keluarga untuk mempersiapkan kehidupan berkeluarga bagi generasi muda.

Pendekatan terhadap ketahanan remaja dilakukan melalui dua cara, yakni melalui teman sebaya di pusat informasi dan konseling remaja (PIK-Remaja) serta melalui pendekatan keluarga dengan peningkatan kualitas pengasuhan orang tua melalui peran kader di kelompok bina keluarga remaja (BKR).

Dalam kegiatan ini, anggota Komisi IX DPR RI Hj. Aliyah Mustika Ilham., S.E., M.AP dan Deputi bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN RI Nopian Andusti, S.E., MT turut hadir, didampingi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Shodiqin, SH., MM.

Nopian Andusti dalam sambutannya menggarisbawahi peran vital remaja dalam membangun bangsa menuju generasi yang tangguh, sehat, dan berkualitas.

“Saudara-saudari remaja memiliki peran krusial dalam pembangunan bangsa. Kalian adalah tonggak utama yang akan membentuk generasi mendatang menuju tahun keemasan pada 2045. Oleh karena itu, kalian perlu menjadi generasi yang tangguh, sehat, dan berkualitas agar dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya,” ungkap Nopian.

Hj. Aliyah Mustika Ilham juga menyuarakan harapannya terhadap Duta Genre sebagai figur penting dalam membantu pemerintah mengedukasi tentang bahaya pernikahan dini.

“Duta Genre diharapkan dapat menjadi tokoh yang membantu pemerintah, termasuk BKKBN, dalam upaya mencegah stunting sejak awal, dimulai dari lingkungan terdekat.

Harapan kami bersama BKKBN di tingkat kota, provinsi, dan nasional adalah agar remaja di Sulawesi Selatan dapat bekerja sama dalam memberikan pemahaman bagi rekan sebaya mereka untuk tidak melakukan pernikahan dini dan mengikuti rekomendasi BKKBN yakni menikah minimal pada usia 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria,” tegas Hj. Aliyah.

Remaja diharapkan mampu menjadi pionir dalam memutus mata rantai kasus stunting dengan memperbaiki kualitas gizi, menunda pernikahan, serta menjauhi perilaku berisiko. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengembangkan program Generasi Berencana (Genre) sebagai respons terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh remaja.

Diharapkan kegiatan ini mampu memberdayakan remaja di Sulawesi Selatan, mempersiapkan mereka dalam menghadapi kehidupan berkeluarga agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles