Selasa, Juni 18, 2024

Hoax Gambar Mesum di Jalan AP.Pettarani Makassar Dibantah oleh Polda Sulsel

KATADIA,MAKASSAR || Kabar tentang gambar seorang lelaki pengemudi mobil berbuat mesum bersama seorang wanita tanpa menggunakan sabuk pengaman saat berkendara, yang diduga tercapture oleh ETLE di jalan AP.Pettarani Makassar, telah dibantah oleh pihak berwenang.

Kasubdit Gakkum AKBP. Dr. Amin Toha, SH, dari Ditlantas Polda Sulsel, membantah kebenaran gambar yang beredar di media sosial tersebut. Saat diwawancarai di Ditlantas Polda Sulsel pada Selasa (28/05/2024), AKBP Dr. Amin Toha, SH, menjelaskan bahwa gambar tersebut adalah hoaks.

“Kami telah melakukan pengecekan bersama tim ETLE Ditlantas Polda Sulsel terkait gambar yang beredar di media sosial tersebut, dan kami dapat memastikan bahwa kejadian tersebut tidak terjadi di jalan AP.Pettarani,” ujarnya.

Dr. Amin Toha menambahkan bahwa beberapa kriteria telah digunakan untuk menentukan bahwa gambar yang beredar bukan hasil capture ETLE di Jalan AP.Pettarani Makassar.

“Kami menggunakan kriteria seperti jenis kamera yang ada di Ditlantas Polda Sulsel yang memiliki resolusi tinggi. Selain itu, gambar yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan gambar yang biasanya dihasilkan oleh sistem ETLE di Jalan AP.Pettarani,” terangnya.

Lebih lanjut, Dr. Amin Toha menjelaskan bahwa apabila kejadian tersebut tercapture di malam hari, gambar tetap akan berwarna, sedangkan gambar yang beredar di media sosial berwarna putih di sisi jalan, sementara jalan AP.Pettarani berwarna kuning di sisi jalan.

Meskipun lokasi kejadian tidak diungkapkan untuk menjaga privasi, Dr. Amin Toha menegaskan bahwa gambar tersebut bukan hasil capture ETLE di Jalan AP.Pettarani.

“Kami tidak dapat menyebutkan lokasi pasti kejadian untuk menjaga privasi, namun yang jelas gambar yang beredar di media sosial bukan hasil capture ETLE di Jalan AP.Pettarani,” pungkasnya.

Dengan demikian, klarifikasi dari pihak berwenang ini diharapkan dapat menghilangkan kebingungan dan memastikan bahwa informasi yang beredar di masyarakat dapat diverifikasi secara akurat sebelum dipercayai.(**)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles