Selasa, Juni 18, 2024

Tradisi Pindapata Umat Buddha Wujud Kepedulian Sesama

KATADIA, BONE || Memperingati Tri Suci Waisak ada beberapa tradisi yang dilakukan Umat Buddha salah satu diantaranya Tradisi Pindapata.

Pindapata sendiri berasal dari Bahasa Pali yang terdiri dua suku kata yakni Pinda yang dimaknai Makanan dan Pata artinya Mangkuk Makanan.

Umat Buddha Kabupaten Bone pun tidak pernah melewatkan tradisi Pindapata yang umumnya dianut warga Tionghoa yang organisasi komunitas dibawah kepemimpinan Hakim Lewa sebagai Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia yang juga seorang pengusaha sukses.

Umat Buddha di Kabupaten Bone merayakan Hari Raya Waisak 2568 Buddhist Era (BE)/2024 selain ibadah bersama secara sederhana di Vihara Dharma Palakka Watampone juga melakukan Tradisi Pindapata, Jumat (24/05/2024)

Untuk mengenang tiga peristiwa penting yakni kelahiran Buddha Gautama, pencapaian menjadi Buddha serta mangkatnya Sang Buddha.

Pindapata atau mengumpulkan sumbangan dari umat Buddha yang dilakukan Bikkhu Sangha atau di Bone Banthe berjalan tanpa alas kaki wujud perjuangan yang dilakukan umat terdahulu.

Pindapata dilaksanakan dari pukul 07.00-09.00 Wita atau sesuai keadaan diawali di jalan Makmur yang juga telah berkumpul umat Buddha yang menyerahkan bantuan kemudian dilanjutkan berjalan ke arah Utara jl veteran ke arah selatan jl.Masjid terus jl.Lapatau, kebarat jl Ahmad Yani kemudian belok kiri arah Utara jl Besse Kajuara, terus melewati jl. Agus Salim, ke barat jl.Sukawati, ke selatan jl. Salak dan berbelok arah Timur jl.Pepaya finish di vihara.

“Ada dua Bhikkhu Sangha atau Banthe yang berjalan kaki di beberapa ruas jalan pusat kota Watampone hingga tiba di Vihara Dharma Palakka,” ujar Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bone usai memberikan bantuan.

Hakim Lewa menyebutkan di Kabupaten Bone sendiri ada sekitar 200 jiwa umat Buddha.

Dari jumlah tersebut umumnya berada di pusat kota Bone diantaranya di Pasar Lama, Jl. Salak dan Palakka.

“Melalui perayaan Tri Suci Waisak tahun ini, Indonesia semakin maju dan damai karena dengan damai lah pembangunan bisa hadir. Keharmonisan terpelihara, apa yang sudah baik kita tingkatkan terus,”ujarnya.(Dhani)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles