Rabu, Juli 24, 2024

Sujud Tilawah: Pembinaan Spiritual di Lapas Sungguminasa

KATADIA,GOWA || Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa kembali menggelar program Jumat Ibadah yang berlangsung pada hari ini di Masjid Al-Ikhsan. Acara ini dibawakan oleh Ustadz Muh. Anshari dan diikuti dengan antusias oleh warga binaan. Jumat 21 Juni 2024

Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan spiritual, bertujuan memberikan pencerahan serta membangun karakter yang lebih baik di kalangan warga binaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Muh. Anshari membahas tentang Sujud Tilawah. Ia menjelaskan bahwa sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika seseorang membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an. Sujud ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Ustadz Anshari menekankan keutamaan sujud tilawah. “Ketika seseorang melakukan sujud tilawah, syaitan akan menyingkir bahkan menangis. Hal ini menunjukkan betapa mulianya sujud ini di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk banyak melakukan sujud, baik dalam shalat wajib, shalat sunnah, maupun sujud syukur yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Lebih lanjut, Ustadz Muh. Anshari menjelaskan bahwa hukum sujud tilawah memiliki dua pendapat dari ulama. “Pendapat pertama mengatakan bahwa sujud tilawah adalah wajib.

Sementara pendapat kedua, yang merupakan pendapat mayoritas ulama seperti Imam Malik, menyatakan bahwa sujud tilawah adalah sunnah. Artinya, jika dilakukan akan mendapatkan pahala, tetapi jika tidak dilakukan tidak berdosa,” jelasnya.

Menutup ceramahnya, Ustadz Muh. Anshari menambahkan bahwa sujud tilawah tidak disyaratkan harus dalam keadaan berwudhu dan menghadap kiblat. Namun, akan lebih baik jika dilakukan dalam keadaan berwudhu dan menghadap kiblat.

Program Jumat Ibadah ini bertujuan untuk memberikan pembinaan spiritual kepada warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa.

Dengan diadakannya kegiatan ini secara rutin, diharapkan para warga binaan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman agama yang lebih baik.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai positif dan moral yang kuat di kalangan warga binaan.

Semangat dan antusiasme para warga binaan dalam mengikuti program ini menunjukkan harapan besar akan perubahan positif dalam diri mereka.

Dengan adanya pembinaan seperti ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa tidak hanya berfungsi sebagai tempat penahanan, tetapi juga sebagai lembaga yang mendukung rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi para warga binaannya.(**)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Sorry Bro