KATADIA MAKASSAR || Universitas Hasanuddin (Unhas), melalui Subdirektorat Pendidikan Berbasis Pengabdian Masyarakat, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa.
Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Tombolo Pao, dengan ditandatanganinya MoU oleh Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran, Ir. Sahriyanti Saad, S.Hut., M.Si., Ph.D., dan Camat Tombolo Pao, Astan.
Acara penandatanganan berlangsung di Kantor Desa Pao dan dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Kepala Subdirektorat Pendidikan Berbasis Pengabdian Masyarakat, Dr. Ir. Syarifuddin Mabe Parenreng, ST., MT., IPU., CSRS., CRMP., dan beberapa dosen pengelola KKN Unhas, serta perangkat desa dari berbagai wilayah Kecamatan Tombolo Pao.
Dalam sambutannya, Astan menjelaskan potensi besar yang dimiliki Kecamatan Tombolo Pao dan program-program yang tercantum dalam RPJMDes yang diharapkan dapat bersinergi dengan kegiatan KKN mahasiswa Unhas.
“Wilayah Kecamatan Tombolo Pao sangat luas, berbatasan dengan Kabupaten Bone, Sinjai, dan Maros. Kehadiran mahasiswa KKN sebelumnya sangat membantu dalam memetakan potensi wilayah kami, sehingga kami merasa bahagia mengetahui akan ada KKN kembali di sini. Kami berharap ke depannya wilayah kami masih akan menjadi lokus pelaksanaan KKN,” ujar Astan.
Sementara itu, Ir. Sahriyanti Saad, Ph.D., menyampaikan harapannya agar program KKN Unhas dapat terus berkolaborasi dalam mengoptimalkan program desa.
“Mahasiswa belajar dari kearifan lokal, pengalaman langsung di masyarakat menjadi bekal penting bagi mereka setelah lulus. Kami berharap ini dapat mengoptimalkan potensi yang ada dan membawa dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Sahriyanti.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Workshop Kolaborasi dan Sinergi Program Desa. Dr. Syarifuddin Mabe Parenreng dalam pemaparannya menekankan pentingnya KKN Transformatif, yang disesuaikan dengan kebutuhan desa berdasarkan tiga variabel utama: kolaborasi, sinergi, dan hilirisasi. “Kami yakin kolaborasi dan sinergi ini akan mendorong bangkitnya ekonomi desa,” tuturnya.
MoU ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kemitraan antara akademisi dan pemerintah desa untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Kecamatan Tombolo Pao.(**)