KATADIA GOWA || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa kembali membuktikan komitmennya dalam program ketahanan pangan dengan berhasil memanen ikan lele hasil budidaya warga binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dijalankan secara berkelanjutan di dalam lapas.
Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan panen ini. Menurutnya, budidaya ikan lele yang dilakukan warga binaan bukan hanya sekadar aktivitas pembinaan, tetapi juga menjadi bekal keterampilan bagi mereka setelah bebas.
“Keberhasilan panen lele ini membuktikan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan di Lapas Narkotika Sungguminasa berjalan efektif. Selain memberikan keterampilan, program ini juga mendukung ketahanan pangan di dalam lapas,” ujar Gunawan, Jumat (31/1/2025).
Program budidaya ikan lele ini telah berlangsung selama beberapa bulan dengan melibatkan warga binaan di bawah bimbingan petugas pembinaan. Selain sebagai sarana keterampilan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan.
Bakri, selaku pembina pembinaan warga binaan pemasyarakatan, mengungkapkan harapannya agar program ini terus berkembang.
“Melalui budidaya ikan lele ini, warga binaan mendapatkan ilmu baru yang bisa mereka manfaatkan setelah keluar dari sini. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi lapas lain dalam menerapkan pembinaan kemandirian,” katanya.
Keberhasilan panen ikan lele ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada perbaikan perilaku, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa mendatang.(**)