Terhubung dengan kami

Nasional

KIE Roadshow Makassar Jadi Ruang Kolaborasi Peneliti, Pemerintah, dan Masyarakat Hadapi Krisis Iklim

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Roadshow resmi digelar di Four Points Hotel Makassar pada Selasa (19/8). Forum internasional ini menghadirkan ratusan peserta dari kalangan pemerintah, akademisi, peneliti, praktisi, media, hingga komunitas lokal dengan fokus membahas solusi atas tantangan perubahan iklim.

Mengusung tema “Resilient Communities, Sustainable Futures”, kegiatan ini menghadirkan tokoh penting seperti Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Dr. H. Djufri Rahman, M.Si., Acting Deputy for Human Development and Culture Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Rizky Ernadi Yumanda, serta Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias.

Dalam sambutannya, Pungkas Bahjuri Ali menegaskan KIE adalah inisiatif kolaboratif Indonesia–Australia yang berperan penting dalam menjembatani hasil riset dengan kebijakan nyata.

“KONEKSI bukan sekadar wadah bertukar ide, tapi sarana agar riset bisa memberi dampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Sulsel Djufri Rahman menyoroti kerentanan wilayah Sulawesi Selatan terhadap dampak perubahan iklim, mulai dari ketidakpastian musim, banjir, kekeringan, hingga abrasi pantai. Ia menekankan pentingnya sinergi penelitian, kebijakan, dan kearifan lokal dalam menghadapi krisis lingkungan.

“Tidak ada satu pihak yang bisa menjawab semua persoalan ini sendirian. Ilmu pengetahuan dan kolaborasi adalah kunci,” ujarnya.

Senada, Todd Dias, Konsul Jenderal Australia di Makassar, menekankan pentingnya kemitraan yang melibatkan masyarakat lokal agar hasil riset tidak hanya berhenti di tataran akademis.

“Yang paling penting adalah bagaimana penelitian bisa diterjemahkan menjadi manfaat nyata untuk masyarakat,” katanya.

Roadshow KIE Makassar ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring pengetahuan, mempercepat inovasi, serta memastikan bahwa isu perubahan iklim ditangani secara inklusif dan berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

 

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending